JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Idap Skizofrenia, Perempuan Muda di Cantel Sragen Ditemukan Nyemplung Sumur Sedalam 8 Meter. Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis, Alhamdulillah Korban Bisa Diselamatkan!

Tim PMI Sragen saat mengevakuasi perempuan muda di Cantel Wetan yang ditemukan nyemplung sumur, Rabu (28/10/2020) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Kampung Cantel Wetan, Sragen Tengah, Sragen digegerkan dengan aksi nekat seorang perempuan muda bernama Mbak Mendut (35).

Perempuan asal Kampung Cantel Wetan RT 1/11 itu mendadak memutuskan nyemplung ke dalam sumur gali sedalam 8 meter di rumahnya.

Beruntung, nyawa korban masih bisa diselamatkan berkat kesigapan tim relawan melakukan penyelamatan.

Data yang dihimpun, aksi korban diketahui sekitar pukul 17.50 WIB. Kejadian bermula ketika petang itu, mendadak perempuan yang memiliki riwayat skizofrenia itu tidak ada di rumahnya.

Saat bersamaan ada yang mengetahui, korban sudah berada di dalam sumur. Karena tahu kondisi korban masih hidup, warga langsung berupaya meminta pertolongan.

Baca Juga :  Nyamar Jadi Orang Baik, Pasangan Kekasih Muda Ini Berkomplot Perdaya Juragan Warung di Sragen. Diburu Polisi Sampai Semarang, Kini Dipenjara Berdua

Tak lama berselang, tim relawan gabungan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis.

Tim kemudian mengevakuasi tubuh korban dengan teknik vertical rescue dan melakukan assesment kepada korban.

“Sewaktu di dalam sumur, korban masih sadar dan bisa diajak komunikasi. Korban memang mengalami disabilitas mental dan gelisah di dalam sumur kedalaman 8 meter. Dengan alat vertical rescue, petugas masuk ke dalam sumur korban bisa dirayu dan berhasil untuk naik ke atas sumur dalam kondisi selamat,” papar Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno seusai evakuasi.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sragen dengan ambulans PMI. Setiba di RSUD, korban mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  Truk Tangki Air Gasak Teras Rumah Warga di Jalan Gemolong Sragen Hingga Ambrol. Pengemudi Curhat Sudah Anaknya Diamputasi, Pemilik Rumah Minta Ganti Rugi Rp 50 Juta

Setelah dipastikan kondisinya kembali stabil, korban akhirnya diperbolehkan pulang dan hanya dilakukan rawat jalan.

Soewarno menambahkan, proses evakuasi melibatkan relawan gabungan. Di antaranya PMI, PSC 119, BPBD, Puskesmas Sragen Kota, Damkar, Polsek, TAGANA, SAR Himalawu, SAR Poldes, SAR Elpije, MDMC, Relawan, Kompas Sukodono dan Relawan Semut Ireng.

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso memastikan korban bisa diselamatkan dan dalam kondisi stabil.

“Korban memang memiliki riwayat disabilitas mental atau skizofrenia yakni resah dan gelisah sehingga diduga memicu melakukan tindakan tersebut,” tukasnya. Wardoyo