JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Blusukan Online ke Gabudan Serengan Solo, Gibran Dicurhati Masalah Selokan yang Terlalu Kecil

Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka melakukan blusukan onlinenya, Selasa (29/9/2020) sore di Gabudan RT 1-3 RW 8, Joyosuran, Serengan. Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka mencatat sejumlah permasalahan setelah melewati agenda blusukan onlinenya, Selasa (29/9/2020) sore. Beberapa permasalahan yang muncul di antaranya soal jalan dan tentang budidaya lele.

Gibran tepatnya blusukan online lewat kotak kampanye virtualnya di Gabudan RT 1-3 RW 8, Joyosuran, Serengan. Dalam lawatan virtualnya kali ini, Gibran disambut perangkat RT/RW setempat yang turut mendoakan kelancaran Gibran menuju perhelatan 9 Desember 2020.

Gunadi, selaku Ketua RT 3/8 menyampaikan keluhan jalan penghubung antara RT 1 dan RT 2 rawan terjadi banjir kala musim hujan lantaran kondisi selokan terlalu kecil sehingga menyebabkan air menggenang.

Baca Juga :  Dulu Ingin Maju Jadi Wakil Wali Kota Solo, Kini Si Cantik Diah Warih Anjari Dukung Gibran, Targetkan Raih 90 % Suara

Gunadi pun menunjukkan kondisi jalanan tersebut pada Gibran. “Oh ya, Pak. Itu harus diperbaiki, tadi baru hujan sebentar tapi (genangannya) sudah seperti itu, ini saya catat dulu ya, Pak,” tutur Gibran.

Sembari virtual box campaign berjalan, Gibran pun menyapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar rumah mereka.

“Assalaammualaikum, sehat-sehat Bapak-Ibu?” tanyanya sambil melambaikan tangan. Warga pun tampak senang ketika dapat bertegur sapa dengan Gibran.

Dalam kesempatan itu, warga juga meminta untuk terus melanjutkan program Rudy-Poernomo yang sudah baik.

Baca Juga :  Terungkap! Perempuan Tewas di Mobil yang Terbakar di Bendosari Sukoharjo Ternyata Masih Kerabat Presiden Jokowi

“Kami hanya minta, apa yang sudah dikerjakan Pak Rudy, yang sudah bagus mohon untuk dilanjutkan. Yang kurang diperbaiki,” warga.

Gibran pun melanjutkan safari ke budidaya lele dan aquaponik yang dikelola warga. Pembina budidaya, Widodo, menceritakan kegiatannya tersebut.

“Sudah berjalan 6 bulan, ini kita perjual belikan ke warga dengan harga yang murah. Harapan kami bisa lebih berkembang, karena untuk tempat pembudidayaannya sudah ada 2 tempat, tapi mau mengembangkan ke tempat lain, belum ada dananya,” urainya. Prihatsari