JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Diduga Depresi, Perempuan Asal Jekulo Kudus Nekat Gantung Diri di Dalam Kamar Tidur

Ilustrasi gantung diri. JSNews. Aris Arianto

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Peristiwa kasus bunuh diri dengan cara tragis kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kudus. Seorang perempuan asal Kecamatan Jekulo, Kudus nekat mengakhiri kisah hidupnya di dunia dengan cara gantung diri.

Ironisnya, aksi bunuh diri tersebut dilakukan di rumahnya. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi bunuh diri ini dilakukan menggunakan kain sprei di dalam kamarnya. Aksi nekat ini pertama kali diketahui oleh suami korban.

Belum diketahui pasti penyebab korban nekat melakukan aksinya tersebut. Hanya saja, beredar kabar bahwa korban mengalami depresi akibat terlilit hutang. Korban JN diketahui telah memiliki seorang anak namun telah menikah dan tinggal terpisah. Ia tinggal di rumah hanya bersama suami.

Baca Juga :  Naik Sepeda Onthel Saat Pulang Kerja, Wanita di Grobogan ini Tewas Tertimpa Pohon Roboh Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Kapolsek Jekulo AKP Supartono saat dikonfirmasi menguraikan, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.20 WIB pada Rabu (21/10/2020).

“Korban berjenis kelamin perempuan, berinisial JN, ditemukan suaminya menggantung di pintu kamar perempuan. Selembar kain seprei yang dililitkan ke kusen pintu menjerat leher korban,” terang dia.

“Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban meninggal karena gantung diri. Saat kami ke lokasi posisi korban sudah diturunkan dan ditidurkan di tempat tidur,” ujarnya,” terang dia.

Disinggung mengenai kronologi, Supartono menuturkan dari keterangan saksi-saksi yang ditemui pihaknya di lokasi kejadian, sekitar pukul 05.00 WIB, korban sempat keluar rumah dan ngobrol dengan tetangganya.

Baca Juga :  Dicekoki Miras Conyang, Siswi 15 Tahun asal Semarang Digilir 5 Pemuda Bergantian. Korban Digarap di Madrasah, di Rumah Kosong hingga di Kebun

Korban sempat mengeluh memiliki tunggakan utang yang belum bisa dibayar. Usai ngobrol dengan tetangga, korban pulang ke rumahnya.

Lalu sekitar pukul 07.20 WIB, suami korban, MH bangun tidur dan mendapati istrinya telah meninggal gantung diri. Melihat hal tersebut, MH selanjutnya menurunkan tubuh korban dari jerat kain yang melilit lehernya dan meminta bantuan warga sekitar. Soal motif bunuh diri yang dilakukan korban, Supartono menduga korban mengalami depresi akibat terlilit hutang.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Polres Kudus bersama perawat Puskesmas Jekulo pada tubuh korban, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban meninggal karena gantung diri,” terangnya. Satria Utama