JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dinilai Tak Efektif, Endang Kritisi Program Belajar Disdikbud Karanganyar Yang Lewat Siaran Radio. Sebut Harus Ada Pemaksaan Anak Dengarkan Radio!

Ilustrasi siswa sedang belajar di sekolah. Foto: Pexels.com
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aggota DPRD Karanganyar, Endang Muryani memandang program pembelajaran jarak jauh dengan siaran radio kurang efektif.

Pasalnya, PJJ melalui radio dinilai harus ada sedikit pemaksaan terhadap peserta didik untuk mendengarkan radio.

“Menurut saya yang paling memungkinkan pembelajaran melalui tutorial youtube. Sehingga bisa dibagikan melalu berbagai grup media sosial seperti WahatsApp. Saya berharap pembelajaran melalui media radio dipertimbangkan lagi dan perlu dikaji ulang efektivitasnya,” ujar Endang, Minggu (4/10/2020).

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa menyampaikan, proses pembelajaran melalui siaran Radio Swiba ini akan dimulai pada tanggal 5 Oktober 2020 sampai 28 November 2020 atau sekitar 8 minggu.

Baca Juga :  HUT Yayasan Pendidikan Al Huda Karanganyar, Wabup Rober Berharap Bisa Bersinergi dengan Pemkab Memajukan Daerah

Menurut Tarsa menyampaikan, proses pembelajaran melalui radio akan diberikan kepada peserta didik mulai dari kelompok bermain (KB) TK, SD dan SMP.

Proses pembelajaran melalui siaran radio itu memungkinkan seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu berbeda jika proses pembelajaran dilakukan melalui telepon selular .

Sistem itu dianggap menjadi cara mengatasi kesulitan akses internet, maupun orang tua siswa yang tidak memiliki telepon pintar.

Baca Juga :  Geregetan UU Omnibus Law, Gabungan Buruh Karanganyar Geruduk Bupati Juliyatmono. Tegas Tolak UU, Desak Presiden Keluarkan Perpu

Sementara, salah satu pemateri, Siti Chotijah menuturkan, PJJ melalui siaran radio merupakan salah satu upaya agar proses belajar mengajar terus berlangsung ditengah pandemi covid-19 ini.

Melalui streaming radio, dinilai dapat diakses dengan mudah oleh siswa dan orang tua.

“Yang menjadi persoalan adalah, kita sebagai pemateri tidak bisa memberikan materi secara mendalam. Kita hanya bisa memberikan materi secara garis besar. Para peserta didik tidak jenuh, sangat dibutuhkan kreativitas dalam menyampaikan materi. Salah satunya dengan memberikan kuis yang terkait dengan pembelajaran ,” tandasnya. Wardoyo