JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Jika Benar Terjadi Megathrust Disusul Tsunami di Samudra Indonesia Apa yang Harus Dilakukan? Wonogiri Sudah Siapkan Hal ini

Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemkab Wonogiri melalui BPBD Wonogiri menggelar latihan kesiapsiagaan menghadapi Megathrust beserta tsunami di kawasan Samudra Indonesia secara online.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Selasa (6/10) mengatakan, pelatihan ini untuk menguji sejauhmana kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk menyiapkan ketangguhan dalam rangka menghadapi bencana khususnya bencana gempa dan tsunami.

Menurut dia, pelatihan digelar di seluruh Indonesia bertajuk Indian Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20). Dalam kegiatan itu juga ada perwakilan dari universitas-universitas yang ikut membangun kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga :  Begini Skenario Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Alias Offline Tingkat SMA Maupun SMK di Wonogiri, Khusus Kota Mete Ada 2 Sekolah yang Siap, SMKN 2 dan SMAN 2

“Hasil pelatihan itu nantinya akan dikolaborasikan bersama relawan dan OPD-OPD lainnya. Dengan harapan, ketika terjadi gempa bumi mereka sudah mengetahui tugas masing-masing terkait tindakan apa yang akan diambil,” beber dia.

Saat ini di kantor BPBD Wonogiri sudah terpasang alat Warning Receiver System InaTEWS. Jadi, begitu ada gempa informasi langsung diperoleh. Sehingga, resiko bencana dapat minimalisir.

Baca Juga :  Miris, 92 Warga Wonogiri Ditangkap Terjerat Narkoba Sebagian Masih Pelajar. AKP Dimas Ajak Prajurit dan PNS Kodim Ikut Memerangi, Pasi Intel Ingatkan Tak Boleh Terjerumus Narkoba!

“Ketika terjadi gempa di wilayah selatan Wonogiri, wilayah lain infrastrukturnya juga akan terdampak. Mulai dari kerusakan bangunan, jika skenario gempa 9.1 terjadi. Kerusakan terjadi, bahkan kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa,” beber dia.

Dia menekankan, ketika ada bencana di masa pandemi, penanganannya pun harus sesuai protokol kesehatan. Aria