JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Dalam Sebulan Bertambah 333 Kasus, Total Positif Covid-19 di Solo 741,  Satgas Minta Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Ilustrasi grafik kasus Covid-19. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo mencatatkan penambahan kasus baru sebanyak 333 orang dalam kurun waktu dari 1 September hingga 6 Oktober 2020. Per Selasa (6/10/2020) sendiri, jumlah pasien positif covid-19 di Solo mencapai 741 orang.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengungkapkan, jumlah kasus positif covid-19 di Solo sendiri berada di angka 408 pada tanggal 1 September 2020.

“Ya, sebulan terakhir penambahannya pesat sekali. Diperlukan upaya penegakan protokol kesehatan terus menerus. Agar penyebaran virus dapat diminimalisir,” urainya.

Baca Juga :  Waduh! Tergiur Arisan Online, 43 Orang Jadi Korban Penipuan, Terduga Pelaku Berasal dari Pracimantoro Wonogiri. Semula Berjalan Lancar Tapi Akhirnya Macet, Kerugian Mencapai Rp 400 Juta

Terkait hal itu, Ahyani meminta seluruh warga untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Utamanya memakai masker, rajin cuci tangan sampai menjaga jarak, jangan sampai berkerumun,” imbuhnya.

Sementara itu, dari jumlah 741 kasus tersebut, ada lima kasus baru dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Kelima kasus baru tersebut merupakan hasil tracing pasien positif covid-19 sebelumnya.

“Masing-masing dari Kelurahan Joyotakan, Jagalan, Jayengan, Gandekan, dan Purwosari. Dan dengan adanya kasus di Gandekan ini, maka sekarang tinggal empat kelurahan yang masih steril dari kasus Covid-19. Karena itu, kalau masyarakatnya terus abai ya bisa rata di semua kelurahan kasusnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Warung Soto di Kepatihan Kulon Solo Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19, Kini Total 825 Kasus

Di sisi lain, dari 741 kasus terdiri dari pasien rawat inap sebanyak 47 orang, isolasi mandiri 106 orang, pasien sembuh 559 orang dan pasien meninggal dunia 29 orang. Untuk pasien suspek tercatat sebanyak 1.202 kasus. Rinciannya, dua orang isolasi mandiri, 14 orang rawat inap, 1.126 discard dan meninggal dunia sebanyak 60 pasien. Prihatsari