JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi

Keutamaan Umat Muslim Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW: Bentuk Kegembiraan dan Kecintaan kepada Rasulullah

Kaligrafi Muhammad. Foto: pixabay.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Salah satu hari raya bagi umat Muslim adalah Maulid Nabi, yakni merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

Tahun ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan jatuh pada Kamis (29/10/2020) besok. Lantas adakah keutamaan bagi seorang Muslim untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW?

Menurut Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, Allah SWT berfirman di dalam Alquran Surat Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Qul bifadlillaahi wa birahmatihii fa bizaalika falyafrahu, huwa khairum mimmaa yajma’ụn.”

Artinya, “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Merayakan Maulid Nabi, menurut Kiai Cholil, merupakan sebuah ungkapan kecintaan dan kegembiraan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ia mengatakan, bahkan orang kafir pun mendapatkan manfaat dengan kegembiran itu.

“Bahkan karena berkah kelahiran Nabi Muhammad SAW, siksaan untuk Abu Lahab diringankan setiap hari kelahiran Nabi,” jelas Kiai Cholil, seperti dikutip Republika.

Kiai Cholil mengatakan, menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan gembira tentu akan mendapatkan pahala. Selain itu, memperingatinya setiap tahun juga menjadi pengingat untuk memupuk kembali cinta umat Muslim kepada Rasulullah.

“Mungkin setahun ini ada yang lupa untuk selalu mencintai Rasulullah, karena beralih dengan cinta yang lain seperti cinta harta, jabatan, maupun ambisi yang lain,” kata dia.

Momen ini juga menjadi pengingat untuk kembali mencontoh kesalehan Nabi Muhammad SAW. Kiai Cholil mengingatkan bahwa ukuran kesalehan adalah tuntunan yang dilakukan Rasulullah. Perasaan maupun pergaulan tidak dapat dijadikan sebuah ukuran kesalehan seseorang.

Kiai Cholil juga mengingatkan untuk tetap istiqomah mengikuti pesan Rasul terutama dalam ukhuwah Islamiyah karena hanya tali iman yang dapat mengikat setiap pribadi, baik di dunia maupun akhirat. Sedangkan, ikatan biologis hanya sampai hidup di dunia saja.

Sebagai umat Rasulullah, menurut Kiai Cholil, seharusnya setiap Muslim dapat memberikan yang terbaik untuk Islam dan kemajuan negara. Umat Islam juga harus mampu melakukan amal ma’ruf nahi munkar, sehingga dapat mengetahui posisi dan tujuan hidupnya.

www.republika.co.id