JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

KNPI Karanganyar Gelar Upacara  Peringati Sumpah Pemuda Di Lereng Gunung Lawu. Ini Maknanya!

Upacara Hari Sumpah Pemuda KNPI Karanganyar. Foto/Beni
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar 120 orang anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Karanganyar, Jateng menggelar upacara mempringati Hari Sumpah Pemuda di Lereng Gunung Lawu Tawangmangu.

Tujuan memilih tempat tersebut agar peserta khidmat sekaligus untuk mengingatkan tentang pentingnya alam beserta kekayaan serta rahasia dibaliknya.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dengan dipimpin Inspektur upacara dari Kantor Disparpora Karanganyar Ardianto sebagai wakil Bupati. Sedangkan Komandan upacara oleh Ketua DPD KNPI Karanganyar, Aan Shopuanudin.

Upacara berlangsung khidmat diikuti sekitar 120 orang di Lereng Lawu tepatnya Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Seperti biasa upacara diawali dengan materi pembacaan Pancasila & Pembukaan UUD 1945.

Baca Juga :  15 Gepok Uang dan 2 Kilo Ganja Dibakar di Halaman Kantor Kejaksaan Karanganyar. Kapolres Imbau Pelaku Kejahatan Segera Insyaf!

Adapun inti acara adalah pembacaan Keputusan Kerapatan Pemuda Tahun 1928 atau disebut Ikrar Soempah Pemoeda. Selanjutnya Inspektur upacara menyampaikan isi Kongres Kerapatan Pemoeda Tahun 1928 yang mana merupakan salah satu tonggak sejarah kepemudaan sebagai titik awal kebangkitan pemuda.

Yakni kesepakatan nasional tentang persatuan dan kesatuan semua komponen pemuda dan bangsa Indonesia.

“Pemuda saat ini harus mampu mengambil peran penting sebagai Pewaris, Pelangsung, Penegak sekaligus Penerus perjuangan, cita-cita dan tujuan bangsa dan negara sebagaiman yg telah dilakukan oleh para pahlawan,” Kata Inspektur upacara Ardianto dalam amanat upacara.

Baca Juga :  Terus Melejit, Kasus Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 1.273 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 196 Orang

Sekretaris DPD KNPI Karanganyar, Sunarto mengatakan pemilihan tempat di Lereng Gunung Lawu penuh makna. Yakni agar pemuda juga menghayati pentingnya alam sebagai salah satu  kehidupan perdaban.

“Dengan upacara di alam natural seperti Lereng Gunung Lawu tujuannya agar pemuda bukan hanya mengingat tetapi bisa menjaga kelestariannya,” tandasnya.

Apalagi seiring sejalan peradaban baru manusia dieranya banyak yang tidak peduli dengan alam sekitar yang mulai rusak ekosistemnya. Sehingga tidaklah heran jika bencana alam terjadi dimana-mana.

“Bukan hanya soal intelektual saja tetapi pemuda Indonesia dimanapun berada harus peduli pada alam,” serunya. Beni Indra