JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Lagi Booming, Obyek Wisata Baru Bernuansa Eropa Di Matesih Karanganyar. Namanya Kembang Desa, Setiap Hari Ribuan Wisatawan Yang Berkunjung

Wisatawan menikmati keindahan Kembang Desa di Dawung Matesih Karanganyar. Foto/Beni
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ikon Kabupaten Karanganyar sebagai kota wisata makin klop dengan banyaknya kemunculan obyek wisata baru.

Kali ini lahir destinasi wisata baru yakni wisata taman bunga di Desa Dawung, Kecamatan Matesih. Destinasi baru ini mendadak booming dan setiap harinya hampir seribuan orang wisatawan dari Soloraya berkunjung.

Obyek wisata baru itu diberi nama Kembang Desa Dawung yang berada segaris lereng Gunung Lawu tepatnya di Desa Dawung Kecamatan Matesih.

Di sini engunjung merasa puas menemukan sesuatu yang baru yakni menikmati keindahan bunga-bunga khas asli Eropa yang sengaja dihadirkan untuk memikat wisatawan.

Tak pelak, jika sore hari mulai pukul 15.00 WIB hingga jelang magrib ratusan pengunjung dari berbagai daerah datang ke tempat tersebut.

Banyak yang selfi sambil bersantai di gasebo serta para anak bermain di arena permainan yang berada di dalam taman Kembang Desa Dawung tersebut.

Kades Dawung, Suyadi mengakui sengaja membudidayakan aneka tanaman eropa itu setahun sebelum obyek wisata diresmikan oleh Bupati Juliyatmono.

Baca Juga :  19 DPD Golkar Belum Muscab, Sekjen DPD Golkar Jateng Beri Warning Sampai Akhir Desember Setelah Pilkada!

Pasalnya bunga eropa itu hanya mampu bertahan 6 bulan saja setelah itu mati.

“Agar bisa berkesinambungan maka pihaknya sudah menyiapkan bunga yang sama sebagai penggantinya begitu dan seterusnya sesuai siklus,” ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Adapun asal bunga eropa itu sengaja diimpor dari berbagai negara dalam bentuk bibit dan dibudidayakan di Desa Dawung.

“Semua sudah kita sett setahun sebelum membuat obyek wisata Kembang Desa Dawung, Pemdes membudidayakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Foto/Beni

Adapun bunga tersebut diimpor dari Yunani, Perancis, Inggris dan dari India. Setelah sukses dibudidayakan sesuai rencana langsung dipasang sebagai ikon unggulan obyek wisata tersebut.

Kini Kades bersyukur berkat perjuangan panjang akhirnya taman Kembang Desa Dawung terwujud dan bahkan sukses menarik pengunjung.

“Iya hampir setiap hari itu sekitar 800 orang lebih datang berkunjung ke tempaz ini. Belum lagi jika hari Sabtu Minggi lebih dari seribu orang yang datang,” tukasnya.

Kades menjelaskan investasi obyek wisata itu senilai Rp 1,5 miliar secara bertahap dibawah kendali BumDes Dawung menggunakan anggaran Dana Desa.

Baca Juga :  Raperda Pemakaman di Karanganyar,  Fraksi PKS Minta Ada Pengaturan Pengawalan Jenazah, FPKB Minta Retribusi dan Layanan Diatur Lebih Jelas!

Saat ini baru berjalan sekitar Rp 500 juta tahun 2020 dan tahun 2021 dipoles lagi menjadi lebih indah dengan dana desa.

“Jumlah total inves desa ini akan menelan Rp 1,5 miliar tapi bertahap,” lanjutnya.

Sementara itu Waluyo tokoh desa Dawung, Matesih yang juga penggagas obyek desa wisata itu mengatakan grand desaign proyek wisata ini diharapkan bisa maksimal 10 tahun bisa Break Event Point (BEP) dengan tiket masuk murah Rp 5.000 per orang.

Namun yang lebih penting adalah kehadiran obyek wisata ini akan mengangkat multiplier effect perekonomian warga.

“Dengan obyek ini diharapkan menjadi obyek wisata unggulan dan ekonomi warga akan terangkat,” ujarnya.

Untuk itu obyek wisata tersebut terus berbenah dengan optimalisasi isinya termasuk arena permainan yang mengikuti tred zaman serta kolam renang dan kolam pancingan.

“Jangka 3 tahun lagi sambil melihat sikon jika perkembangan bagus akan dibuat water boom,” tandasnya. Beni Indra