JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ma’ruf Amin: Dari 8,3 Juta Pelaku UMKM, Baru 13 Persen Gunakan Teknologi Digital

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah era milenial ini, ternyata baru 13 persen atau 8,3 juta pelaku usaha  mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan teknologi ditigal sebagai sarana pemasaran produk.

Demikian dikatakan oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Padahal, menurut Ma’ruf Amin, penggunaan teknologi digital saat ini semakin dibutuhkan, khususnya setelah pandemi Covid-19 terjadi.

“Sayangnya dengan segala potensi teknologi digital yang ada baru sekitar 13 persen atau 8,3 juta dari 64,2 juta pelaku UMKM secara nasional memanfaatkan teknologi digital, khususnya ecommerce berdasarkan data Kemenkop UKM,” ujar Ma’ruf dalam acara daring, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga :  Pandemi Rampas 50 Persen Jam Kerja Perempuan, Pria Cuma 35 Persen

Ma’ruf mengatakan penggunaan teknologi digital saat ini semakin dibutuhkan, khususnya setelah pandemi Covid-19 terjadi.

Menukil survei Bank Dunia, ia mengatakan, usaha yang tidak mengalami penurunan pendapatan selama pagebluk adalah yang dipasarkan secara daring.

Karena itu, perluasan akses pasar melalui kerja sama perluasan platform marketplace digital untuk memfasilitasi UMKM semakin diperlukan.

“Ini penting karena UMKM memiliki peran yang besar dan krusial, yaitu mencapai 99 persen dari unit usaha di Indonesia,” ujar Ma’ruf.

Di samping itu, lanjut Wapres, UMKM memberikan kontribusi sebesar 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja di Tanah Air, 60 persen terhadap PDB nasional, dan 58 persen dari total investasi.

Baca Juga :  Mengaku Siapkan 1.000 Lembar Baliho, Pria Ini Tantang TNI Lanjutkan Pencopotan Baliho Rizieq Shihab: Malem Lu Copot, Pagi Gua Pasang Lagi

Ma’ruf meyakini fasilitasi pemerintah kepada UMKM agar memanfaatkan platform digital bisa semakin mempercepat kinerja pelaku usaha.

Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ujar dia, pemerintah telah membantu UMKM melalui pemberian subsidi bunga, penyaluran kredit usaha rakyat dan non KUR, serta penempatan dana pemerintah pada bank umum untuk restrukturisasi kredit.

“Di samping itu juga melakukan penjaminan kredit UMKM, PPH final UMKM ditanggung pemerintah, pembiayaan investasi melalui LPDB KUMKM, serta penyaluran Banpres Produktif,” ujar Ma’ruf.

www.tempo.co