JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menaker: Subsidi Gaji Tahap II Cair Awal November

ilustrasi gaji. Foto: Tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengakui, hingga kini masih terdapat sejumlah kendala, sehingga subsidi gaji tahap kedua sebesar Rp 1,2 juta belum tersalurkan ke seluruh pekerja.

Sejumlah kendala yang dimaksud adalah data nomor rekening dan NIK pekerja yang tidak valid.

Namun demikian, ujar Ida Fauziyah, pemerintah mengupayakan agar penyaluran bantuan subsidi gaji tahap kedua tersebit dapat dibayarkan per awal November 2020.

“Setelah proses evaluasi penyaluran subsidi gaji/upah termin I ini selesai,” kata Menaker.

Ida menjelaskan, sampai saat ini ada sekitar 150.000 orang yang belum mendapatkan BSU (bantuan subsidi upah) dan sekitar 150.000 karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data.

Baca Juga :  FPI Tegaskan Rizieq Shihab Sudah Jalani Tes Swab, tapi Tak Ingin Rekam Medis Dipublikasikan

“Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya, kemudian nomor rekeningnya tidak sesuai dengan nama yang diserahkan,” ucapnya.

Setelah pembayaran termin pertama tersebut selesai disalurkan, kata Ida, Kemenaker akan kembali memproses pembayaran termin kedua subsidi gaji. Realisasi subsidi gaji dari pemerintah untuk tahap pertama telah tersalurkan kepada sebanyak 12,16 juta pekerja.

Jumlah tersebut setara dengan 98,09 persen dari total penerima yang telah divalidasi. Sebelumnya, pemerintah melaui Kementerian Ketenagakerjaan menjanjikan penyaluran tahap kedua dapat disalurkan pada akhir Oktober.

Baca Juga :  Pemeriksaan Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya Dijadwalkan Selasa

Namun, pemerintah hingga saat ini masih terus melanjutkan proses penyaluran tahap pertama yang ditargetkan mencapai 12,4 pekerja.

Subsidi gaji diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan yang dibayarkan rapel per 2 bulan. Penyaluran bantuan ini dilakukan dengan mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan.

Awalnya, program bantuan ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja. Namun, data yang berhasil dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan pada batas akhir penyerahan data penerima hanya mencapai 12,4 juta pekerja.

www.tempo.co