JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Menengok Istimewanya Cafe “New Normal” Karanganyar Yang Mendadak Jadi Idola Baru untuk Tongkrongan. Ditopang Menu Andalan dan Suasana Nyaman, Diharapkan Jadi Semangat Baru di Era Pandemi

madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa pandemi Covid-19 memang menghadirkan mimpi buruk bagi semua sektor tak terkecuali pelaku usaha.

Namun kehadiran pandemi bukan berarti mematikan kreasi dan semangat untuk tetap bertahan dan berkembang. Seperti New Normal Cafe And Resto di Jalan Gatot Subroto Desa Gaum Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar yang belakangan menjadi idola baru di Bumi Intanpari.

Cafe yang berlokasi di sebelah utara Kolam Renang Intanpari Karanganyar itu menjadi bukti bahwa pandemi menginspirasinya untuk tak patah semangat.

Pemilik New Normal Cafe And resto, Fermi Ferdianto, mengatakan lewat kemasan cafe ifu, ia sengaja menawarkan tempat di sekitar areal persawahan namun sedemikian rupa didesain memberi kenyamanan ke pengunjung.

Pengunjung diharapkan mendapat hawa nyaman, merasakan suasana yang elegan dan juga sejuk, sambil menikmati pemandangan di alam terbuka.

Baca Juga :  Awas, Sudah 128 Warga Karanganyar Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Tembus 684. Suspek Capai 2.199 Orang, Pasien Sembuh 520 Orang

Salah satu menu andalan cafe ini adalah kopi dalgona, nasi goreng serta aneka menu lain dengan haraga yang cukup terjangkau.

Menurut Fermi, rencana untuk membuka cafe sudah ada sejak awal tahun 2020 lalu. Namun karena keterbatasan waktu dan menyesaikan sejumah pekerjaan di luar kota, kosep yang telah direncanakan tertunda. Rencana pendirian Cafe tersebut akhirnya terealisasi setelah terjadi pandemi Covid-19.

“ Akibat pandemi Covid-19, banyak kegiatan dan usaha yang tertunda. Akhirnya saya melanjutkan rencana usaha yang tertunda ini. Untuk pertama kali, Cafe  and Resto New Normal  ini dibuka pada tanggal 24 Juli 2020 oleh bapak wakil bupati. Saya meyaini bahwa, disaat pandemi, sejumlah sektor mengalami penurunan, namun di sisi lain, ada sekktor usaha yang bangkit, ” terangnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga :  Kabar Buruk, Dihantam Covid-19, Penerimaan APBD Karanganyar Tahun Depan Anjlok Rp 110 Miliar!

Nama New Normal sendiri, menurut Fermi berawal ketika bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan kepada para pelaku UMKM. Saat itu, bupati menyebut New Normal  merupakan semangat baru di tengah  pandemi Covid-19.

“Saya kemudian berpikir, New normal adalah nama yang bagus. Akhirnya New Normal saya jadikan nama cafe ini,” ungkapnya.

Fermi mengakui, membuka usaha di sektor kuliner ini mengandung resiko kesehatan. Untuk itu, pihaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat terhadap para pengunjung.

“Ke depan, cafe ini akan saya kembangkan menjadi salah satu cafe yang tidak sekedar tempat ngobrol, . Namun sebagai ajang untuk tempat berdiskusi terhadap berbagai persoalan. Ini sudah kita awali saat Bu Rina (mantan bupati) membuat acara blak-blakan serta ajang berkumpulnya sebuah organisasi kepemudaan di Karanganyar,” tandasnya. Wardoyo