JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pabrik Penggilingan Isi Bantal di Sukodono Sragen Terbakar Hebat. Karyawan Panik Berhamburan, Kerugian Rp 150 Juta

Kebakaran pabrik pengisian bantal di Pantirejo, Sukodono, Sragen, Rabu (21/10/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda pabrik penggilingan isi bantal di Dukuh Kuyang, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Sragen, Rabu (21/10/2020) pagi.

Pabrik isian bantal milik Triyanto (40) warga Dukuh Kuyang RT 5, Desa Pantirejo, Sukodono, Sragen itu ludes tak tersisa dilalap si jago merah.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran itu terjadi pukul 10.00 WIB. Pabrik isian bantal berukuran 10 ×15 meter itu milik Basuki (77) warga Desa Pengkol RT 8, Tanon, Sragen yang disewa oleh Triyanto.

Kebakaran diketahui kali pertama oleh dua orang karyawannya, Suyono (60) dan Angga Saputra (26) keduanya warga Kuyang, Pantirejo, Sukodono.

Baca Juga :  Setelah Ratusan Petugas Mundur, 350 Petugas KPPS di Sragen Juga Ketahuan Reaktif Rapid Test. Sudah 4 Petugas Positif, Sebagian Menolak Dirapid dan Diswab! 

Kejadian bermula ketika keduanya tengah bekerja di pabrik yang memproduksi bahan isian bantal milik korban.

Saat asyik bekerja, mendadak sekitar pukul 10.00 WIB, muncul percikan api dari mesin penggilingan. Diduga kuat api bersumber dari konsleting pada mesin.

Seketika percikan api memantik api dan kemudian membesar menyambar bahan baku yang lain. Kondisi bahan baku yang mayoritas dakron dan mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat langsung menjadi.

Melihat itu, Suyono dan Angga langsung panik dan berusaha untuk memadamkan api tersebut tetapi api sudah keburu besar dan tidak bisa dipadamkan.

Kemudian keduanya langsung berteriak minta tolong hingga warga berhamburan datang. Bersamaan dengan itu, mobil Pemadam Kebakaran datang membantu pemadaman.

Baca Juga :  Kabar Baik, Sragen Siap Geber Sekolah Tatap Muka Mulai Awal Januari 2021. Kadisdik Sebut Berlaku Mulai PAUD Hingga SD Dulu, Orangtua Sambut Baik Tapi...

Namun kondisi api yang sudah terlanjur membesar membuat kobaran kian sulit dikendalikan. Api baru bisa padam dua jam kemudian ketika semua bahan baku dan barang sudah ludes.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hampir Rp 150 juta.

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso membenarkan kejadian itu. Menurutnya akibat kejadian itu, bangunan dan bahan baku ludes terbakar.

“Dugaan sementara karena korselting pada mesin penggilingan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian ditaksir Rp 150 juta,” tukasnya. Wardoyo