JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Perhatian, Mulai Hari Ini Semua Siswa PAUD-SMP di Karanganyar Belajar dengan Sistem Ini Sampai 28 November. Kepala Dinas Sebut Tak Ada Alternatif Metode Yang Efektif di Masa Darurat Pandemi!

Bupati Juliyatmono saat memulai siaran radio belajar jarak jauh. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Karanganyar resmi memulai proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui live streaming dan siaran radio mulai hari ini, Senin (05/10/2020).

Siaran perdana PJJ tersebut dilakukan langsung oleh bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Kepala Disdikbud, Tarsa.

Bupati Juliyatmono menyampaikan, selama pandemi Covid-19 yang belum berakhir, proses pembelajaran terus dilakukan dengan berbagai pilihan.

Salah satunya adalah pembelajaran melalui siaran Radio Swiba yang merupakan salah satu radio milik Pemkab Karanganyar.

“Seluruh proses pembelajaran terus berjalan dengan banyak pilihan. Bagi yang tidak memiliki Android, dapat mengikuti pelajaran melalui siaran radio. Belajar itu tidak boleh ada hambatan. Yang penting semangat, tidak ada alasan untuk tidak belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Awas, Anggaran Pilkada Semua Daerah di Masa Pandemi Bisa Membengkak 2 Kali Lipat. KPU Jateng Sebut Yang Nekat Melanggar Prokes, Pilkadanya Bisa Dihentikan!

Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa menambahkan, PJJ ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan yang dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2020 sampai 28 November 2020 mendatang.

Pembelajaran via radio digelar dengan melibatkan sebanyak 50 guru mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

“Seluruh materi sudah disusun, jadwal juga telah disusun. Mengenai efektivitas, di masa pandemi Covid-19 saat ini, tidak ada alternatif pembelajaran yang efektif. Untuk itu, kita melakukan berbagai cara agar pembelajaran dapat terus berlangsung,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Serikat Buruh di Karanganyar Tuntut Kenaikan UMK 4 %. Kalau Disetujui, UMK Tahun Depan Sudah di Atas Rp 2 Jutaan

Tarsa menambahkan pemerintah menargetkan jika proses pembelajaran tidak 100 persen. Saat pandemi Covid-19, proses pembelajaran memang menggunakan kurikulum darurat dengan memilih materi yang esensi.

“Prinsipnya, kita tetap memberikan ruang kepada masyarakat agar proses belajar mengajar ini tetap berlangsung dengan berbagai alternatif. Baik melalui online dengan menggunakan android, home visit dan melalui siaran radio,” pungkasnya. Wardoyo