JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Pertamina Tingkatkan Kemampuan UKM untuk Jadi Tangguh Lewat Program Kemitraan

Ilustrasi UMKM. Prihatsari
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pertamina memiliki visi mulia untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil dan menengah agar menjadi mandiri dan tangguh. Melalui Program Kemitraan, hal itu diwujudkan demi menciptakan efek multiplier bagi kesejahteraan warga di sekitar lingkungan para pelaku usaha kecil menengah tersebut.

Melalui pola pendampingan, pembinaan dan pelatihan terarah, para mitra binaan terbukti mulai berkembang dan memberdayakan potensi sosial dan ekonomi di sekitarnya. Seperti yang dialami salah satu mitra binaan Pertamina di Solo, Esti Kiswandari.

Program Kemitraan Pertamina telah dirasakannya untuk pengembangan usaha kain batik “Griya Kain” miliknya. Esti menuturkan, dirinya mulai mengikuti program kemitraan Pertamina sejak tahun 2017. Saat itulah usaha yang dibangunnya mulai menunjukkan hasil dengan sistem networking yang diperolehnya dari kemitraan Pertamina tersebut.

“Awalnya ragu, namun ternyata pengajuannya proposalnya mudah. Proposal saya lolos dan saya siap untuk mengikuti semua program pelatihan dari Pertamina kala itu. Dari sinilah networking saya meningkat. Terutama dari networking antar mitra Pertamina. Produk batik kami mulai meluas pemasarannya,” tuturnya, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga :  Apa yang Harus Dilakukan di Musim Gugur untuk Meningkatkan Modal Anda?

Meskipun enggan menyebutkan secara gamblang, namun Esti memastikan, pemasukannya meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan dengan sebelum menjadi bagian dari UKM Mitra Pertamina. Dan pendampingan Program Kemitraan Pertamina tersebut sangat terasa di tengah pandemi covid-19 saat ini.

“Pendampingan dari Pertamina tetap diberikan, melalui zoom meeting,” imbuhnya.

“Griya Kain” milik Esti sempat terseok-seok menghadapi gempuran pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020. Bahkan Esti terpaksa merumahkan 11 karyawannya dan hanya menyisakan dua karyawan untuk membantunya saja.

Namun dengan ketekunan dan motivasi dari Program Kemitraan Pertamina, Esti mulai bangkit dan memutar otak bagaimana tetap bertahan di tengah pandemi yang masih terjadi sampai saat ini.

“Akhirnya saya putar otak untuk ganti produksi. Saya tidak lagi memproduksi baju batik, tapi beralih ke masker batik. Dan Alhamdulillah, ada hasilnya,” ungkap Esti.

Griya Kain memproduksi masker batik berbahan batik print dan dibanderol dengan harga Rp 5 ribu per biji, masker batik cap sogan dengan harga Rp 7,5 ribu per biji dan masker batik sutra seharga Rp 35 ribu. Dalam sehari, Esti sendiri mampu menjual sekitar 500 masker.

Baca Juga :  PT BPR BKK Karangmalang Gelar Workshop APU PPT dan Strategi Pencapaian RBB 2021

Selain menjualnya di dalam negeri, masker batik buatan Esti juga sudah mulai merambah pasar luar negeri seperti Jerman, Amerika, Swedia dan beberapa negara lain. Langkah nyata berkembang dan mampu tetap bertahan di tengah pandemi inilah yang sangat dirasakan Esti menjadi UKM Binaan Pertamina.

Sementara itu, Pjs. Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina MOR IV, Marthia Mulia Asri menyebutkan, total mitra binaan Pertamina di Solo dan sekitarnya saat ini sebanyak 99 UMKM, dengan total penyaluran bantuan hingga Rp 7 miliar selama 2019-2020.

“Selama pandemi kami berikan bantuan kepada masyarakat terdampak melibatkan UMKM mitra binaan. Kami memesan masker, sembako, makanan, dan lain sebagainya. Untuk peningkatan kapasitas dan pelatihan UMKM dilakukan berbasis online menggunakan social media. Memfasilitasi foto produk dan membuat katalog produk,” tukasnya. Prihatsari