Beranda Umum Nasional Polri: Para Penolak UU Cipta Kerja Silakan Gugat ke MK

Polri: Para Penolak UU Cipta Kerja Silakan Gugat ke MK

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat atau pihak-pihak tertentu yang tidak setuju dengan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), dipersilakan untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono.

“Untuk aspirasi silahkan dibawa ke MK, kalau tidak terima,” kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

RUU Cipta Kerja resmi disahkan DPR dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang 2020-2021 pada 5 Oktober.

DPR saat itu memutuskan untuk mengetuk rancangan perundangan tersebut meski ada penolakan dari Fraksi Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Sementara mereka yang setuju adalah PDIP, Gerindra, NasDem, PAN, PKB, PPP, dan Golkar.

Baca Juga :  Gejolak Timur Tengah Picu Harga Minyak Naik, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran

Buntut dari pengesahan ini, massa di sejumlah wilayah menggelar demonstrasi dan melayangkan protes kepada pemerintah sebagai bentuk penolakan.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan, telah mengatakan UU Cipta Kerja belum sampai ke meja presiden. Sebab, kata dia, DPR memiliki waktu tujuh hari untuk menyempurnakan, sebelum menyampaikan kepada presiden.

Berdasarkan aturan undang-undang, presiden berhak meneken atau tidak meneken undang-undang yang disahkan DPR. Jika UU tersebut dalam 30 hari tidak ditandatangani Presiden, maka akan langsung berlaku sebagai undang-undang.

Jika UU sudah diberi nomor dan diundangkan dalam lembaran negara, maka masyarakat sudah bisa menggugat UU tersebut jika dianggap bertentangan dengan UUD 1945.

Baca Juga :  Mengabdi 13 Tahun, PPPK Paruh Waktu Salatiga Terima THR Cuma Rp 422.000

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.