JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Rintis Sinergitas Usaha dengan BKK di Karanganyar, BUMDes Desa Lempong Jenawi Target Rp 50 Juta Perbulan

Foto/Beni
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tren pengembangan serta persaingan bisnis antar Badan Usaha Milik Desa atau BumDes di 177 desa di Kabupaten Karanganyar tergolong kreatif dan variatif.

Ada BumDes yang sudah maju seperti BumDes Desa Ponggok Kabupaten Klaten yang mampu mendapatkan keuntungan Rp 1 miliar per tahun. Namun ada juga yang sedang dan BumDes yang lemah tertinggal.

Kali ini BumDes Lempong Mandiri milik Pemerintah Desa Lempong, Kecamatan Jenawi memberikan inspirasi bisnis dengan eksistensinya menjalin kerjasama dengan BKK Tasikmadu.

Kerjasama dilakukan dalam hal pelayanan online jasa pembayaran rekening listrik, rekening air serta permodalan pengelolaan bank sampah.

Kerjasama tersebut diharapkan memberikan BumDes Lempong Mandiri bisa mendapatkan margin sekitar 3-5% dari omzet perbulan hingga mencapai Rp 50 juta.

Kades Lempong, Yakub Arbani  mengatakan terus menggenjot BumDes Lempong Mandiri untuk menjalin kerjasama bisnis dengan BUMD yang ada di Kabupaten Karanganyar termasuk BKK Tasikmadu.

Baca Juga :  Tambah 18 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.243. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

Sebab dengan kerjasama tersebut mampu memberikan pendapatan untuk BumDes yang lumayan tinggi.

“Era sekarang ini setiap desa memiliki BumDes sebagai unit bisnis sehingga harus dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Yakub Arbani.

Menurut Yakub, kerjasama BumDes banyak sekali ruang dan peluangnya tergantung kemampuan pengurus BumDes dan pemdesnya.

“Kalau pengurusnya piawai dan pemdesnya cerdas BumDes bisa menjadi mesin uang untuk desa seperti di Desa Ponggok Kabupaten Klaten yang mana pendapatannya bisa Rp 1 miliar per tahun,” ujarnya.

Meski begitu kerjasama BumDes tidak melulu harus dibidang investasi besar dan melibatkan pihqk ketiga. Namun BumDes bisa berkreasi sendiri melakukan unit bisnis seperti di Desa Lempong yaitu pengelolaan sampah daur ulang.

Bisnis pengelolaan sampah tersebut ternyata bisa menghasilkan omzet besar sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per tahun. Sedangkan margin dapat diraih sekitar 30% dari omzet.

Baca Juga :  Awas, Kasus Meroket Terus Karanganyar Masih Setia Jadi Zona Merah Covid-19. Total Sudah 196 Warga Meninggal Dunia, Hajatan Jadi Kegiatan Paling Rawan!

“Ini kan optimalisasi BumDes dengan modal kecil tapi menghasilkan margin lumayan besar,” tandasnya.

Dengan begitu semua pemdes harus tergerak untuk lakukan inovasi kerjasama bisnis. Di Desa Lempong banyak kerjasama dengan BUMD ataupun pengembangan secara mandiri sehingga BumDesnya besar dan prospektif.

Bahkan saking prospeknya bagus BumDes Lempong Mandiri mendapat bantuan dari BKK Tasikmadu serta bantuan dari Pemkab Karanganyar.

“Kami sudah sering mendapatkan bantuan mesin traktor, sepeda motor roda tiga untuk operasional bank sampah,” ungkapnya.

Sementara, Direktur BKK Tasikmadu Didik Darmadi mengakui pihaknya tengah menggenjot ruang potensi bisnis baru yakni dengan mitra baru bernama BumDes.

“Kami sudah kerjasama dengan sejumlah BumDes di Karanganyar meski masih sekitar 25%, namun tahun depan akan kita pacu lagi,” tandasnya.

Bahkan dari sinergi kerjasama dengan BumDes Lempong Mandiri, pihaknya juga mengapresiasi dengan memberikan stimulan bantuan peralatan guna mendorong optimalisasi kinerja bisnis.Beni Indra