JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Sariawan Pada Anak Banyak Penyebabnya, Tapi Ternyata ini yang Paling Sering

Ilustrasi sariawan. Republika
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JOGLOSEMARNEWS.COM — Sariawan merupakan penyakit yang bisa dialami oleh setiap orang mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dokter spesialis anak, dr Herwanto SpA mengatakan, ada banyak penyebab sariawan pada anak, namun yang paling sering adalah idiopatik atau tidak diketahui sebabnya.

Menurut Herwanto, penyebab sariawan yang paling sering adalah trauma, misalnya terbentur. Tergigit, penggunaan sikat, dan kawat gigi juga bisa memunculkan sariawan.

Tak hanya itu, makanan asam juga bisa sebabkan sariawan. Tapi bukan berarti setiap konsumsi makanan asam, muncul sariawan. Meskipun enak, makanan asam memberikan risiko tinggi sariawan.

Baca Juga :  Hindari Kebiasaan Minum Kopi Sebelum Sarapan, Ini Bahayanya

“Bila anak mengonsumsi makanan yang bersifat iritatif, asam, pedas, dan berbumbu juga berempah, segera minum banyak dan jangan lupa jaga kebersihan rongga mulut,” ujar Herwanto dalam webinar dengan tema “Kenali Sariawan Bayi dan Anak-Anak”, yang diselenggarakan oleh Kalbe, Kamis (15/10).

Herwanto menjelaskan, alergi juga bisa sebabkan anak sariawan. Gejalanya biasanya sariawan tidak terjadi hanya sekali-kali, namun berulang.

“Anak-anak dengan kecenderungan alergi akan menunjukkan salah satu gejala sariawan dan berulang,” ucapnya.

Menurut Herwanto, anak yang imunitas atau kekebalan tubuhnya menurun juga bisa kena sariawan. Anak-anak yang menderita suatu keganasan, seperti kanker, obat-obat yang diberikan sebagai terapinya akan memberikan dampak sariawan.

Baca Juga :  Jadikan Kulit Sehat dan Bersina dengan 3Rutinitas Pagiini, Diawali dengan Minum Air Putih

Herwanto mengingatkan agar efek samping itu harus ditangani dengan baik dan segera. Andaikan anak memiliki suatu penyakit dan menderita sariawan, maka pola makan dan minumnya bisa terimbas.

“Pemenuhan nutrisinya menjadi kurang baik, padahal itu sangat penting untuk anak dalam memberikan tenaga, kesehatan, dan sistem antibodi,” kata Herwanto.

Gangguan nutrisi, menurut Herwanto, tidak bisa disepelekan. Gangguan nutrisi yang paling sering terjadi ialah defisiensi vitamin seperti vitamin C dan B serta mineral zinc.

www.republika.co.id