JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Solo Tambah 13 Positif Covid-1, Didominasi Klaster Keluarga, Kini Total Hampir Tembus 700 Kasus

Ilustrasi virus corona. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jumlah kasus positif covid-19 di Kota Solo masih didominasi klaster keluarga. Per Jumat (2/10/2020) pagi, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 13 kasus.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani menuturkan, klaster keluarga masih mendominasi klaster covid-19 di Solo. Dari penambahan 13 kasus tersebut, sembilan diantaranya berasal dari ekor klaster keluarga.

“Sehari sebelumnya kan bertambah 12 kasus dalam satu hari, nah sekarang 13 kasus baru. Sembilan diantaranya hasil tracing kasus sebelumnya, dimana semuanya merupakan kontak erat alias keluarga,” urainya, Jumat (2/10/2020).

Banyaknya klaster keluarga yang muncul di Solo tersebut disebabkan induk kasus ternyata membawa ekor dua hingga empat orang.

Baca Juga :  17 Orang Karantina Mandiri di Gedung Sekolah Gandekan Solo, Hasil Swab Temukan 6 Positif Covid-19

“Bahkan beberapa ada yang hingga lebih dari lima orang yang terpapar. Misalnya pada penambahan ini, sembilan kasus baru berasal dari empat kasus induk. Diantaranya dari Kelurahan Gilingan nambah dua orang, yang di Karangasem ekornya nambah tiga orang, meski yang satu domisilinya di Gilingan. Terus yang di Panularan dan Joglo juga masing-masing nambah dua ekor,” imbuhnya.

Sementara itu empat kasus baru lain berasal dari swab mandiri yang hasilnya menunjukkan positif.

“Kalau yang swab mandiri biasanya ekornya tidak banyak. Karena mayoritas mereka tanpa gejala. Sedangkan yang statusnya naik dari pasien suspek menjadi terkonfirmasi positif Covid-19 ini kan biasanya bawa ekor panjang dan menjadi klaster keluarga,” tukasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Solo Terbitkan SOP Tanggap Bencana Covid-19 Bagi Linmas

Dengan penambahan 13 kasus baru tersebut, maka jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Solo menjadi 696 orang. Rinciannya, 36 orang rawat inap, 104 orang isolasi mandiri, 527 orang sembuh, dan 29 meninggal dunia. Untuk pasien suspek sendiri kumulatif tercatat sebanyak 1.191 orang, dengan rincian, 16 orang dirawat inap, 1.116 discard (suspek aktif), satu orang isolasi mandiri dan 58 suspek meninggal dunia. Prihatsari