JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Tiga Bulan Digembok, Tiga Tokoh Tri Dharma Jatim Buka Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Tiga tokoh Jatim beserta pengurus demisioner dan umat TITD Kwan Sing Bio Tuban, usai membuka gembok Klenteng. Foto: istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Kelenteng Tuban
Tiga tokoh Jatim beserta pengurus demisioner dan umat TITD Kwan Sing Bio Tuban, usai membuka gembok Klenteng. Foto: istimewa

TUBAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Akhirnya kasus perseteruan dua kubu yang berselisih Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban Jawa Timur, berakhir damai.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (26/10/2020) disebutkan, ada tiga tokoh berpengaruh, yang berhasil mendamaikan dua kubu yang berselisih, yakni Alim Markus Bos Maspion Group, Soedomo Mergonoto Owner Kopi Kapal Api, dan Paulus Welly Afandi pengusaha Tionghoa asal Surabaya.

Hasilnya, gerbang pintu masuk kelenteng yang digembok selama tiga bulan, pada hari Minggu (25/10/2020) resmi dibuka. Dan seluruh umat Tri Dharma, yakni Konghucu, Budha dan Tao, bisa kembali beribadah atau sembahyang dengan khusyuk, dengan menerapkan protokol kesehatan yang diajukan pemerintah.

“Umat harus bersatu dan bangkit lebih besar. Karena tempat ini terkenal, jangan ada penggembokan lagi,” ungkap Alim Markus, usai resmi membuka gembok klenteng, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya, tempat ini harus dibuka agar seluruh umat bisa sembahyang seperti biasanya. Termasuk, semua orang tidak boleh melanggar ketertiban dan kehormatan. “Kita ingin persoalan ini cepat selesai,” ungkap bos Maspion Group didampingi sejumlah pengurus Kelenteng Tuban.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Jumat 27 November 2020: Kota Solo dan Sekitarnya Kemungkinan Turun Hujan di Siang Hari

Hal sama juga disampaikan Soedomo Mergonoto Owner Kopi Kapal Api. Ia menyampaikan tempat ibadah kelenteng ini bukan miliknya seorang pribadi tetapi milik umat. “Jika saling menutup, maka akan merugikan masyarakat dan umat. Boleh dua kubu berselisih pendapat, tapi tidak boleh mengorbankan umat,” tegas Soedomo Mergonoto.

Bos kopi Kapal Api itu menambahkan, dua kubu kelenteng yang berselisih pendapat ini telah berkomitmen untuk menyerahkan persoalan ini kepada pihak yang netral. Tujuannya, agar segala persoalan yang ada disini cepat ada titik terang.

“Kita bertiga akan membenahi kelenteng ini, dan kedua kubu sementara ini kita minta tidak usah ikut-ikut lagi sampai ada titik temu yang bisa mendamaikan,” jelasnya.

Pembukaan gembok yang terpasang sejak 28 Juli 2020 tersebut, disambut baik oleh para umat termasuk Alim Sugiantoro Ketua Penilik Domisioner Kelenteng Tuban. Ketika dihubungi melalui ponsel, Ia mengaku sangat gembira karena ada tokoh yang peduli terhadap kelenteng untuk mendamaikan persoalan.

“Saya sangat gembira sekali, karena ada orang-orang yang peduli dengan kelenteng Tuban karena ini aset negara. Persoalan ini kita serahkan kepada meraka agar kedamaian ini bisa lancar,” tegas Alim.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Sabtu 28 November 2020: Semarang Hujan di Malam Hari, Kota Solo Mendung Berawan

Lebih lanjut, Alim Sugiantoro mengaku saat ini pintu kelenteng telah di buka dan umat bisa melakukan sembahyang secara damai. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona. “Pintu sudah dibuka, umat bisa sembahyang tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,” tegas Alim Sugiantoro.

Sebatas diketahui, gerbang pintu kelenteng terbesar se-Asia Tenggara itu digembok akibat konflik kepengurusan dua kubu. Yakni, kelompok Alim Sugiantoro dan Tio Eng Bo atau Mardjojo.

Imbas penggembokan gerbang Kwan Sing Bio, ritual sembahyang bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) YM Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1860 yang jatuh pada 13 Agustus 2020, terpaksa ditiadakan. Namun masih ada sejumlah umat yang tetap menggelar ritual sembahyang bersama, digelar didepan gerbang atau trotoar TITD Kwan Sing Bio Tuban. Seperti Hari Sembahyang besar Zhong Qiu atau Sembahyang Chang dan Sembahyang Shi Zheng Dan.(ASA)