JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja Merebak, Kapolda : Secara Umum Jateng Kondusif

Ribuan orang berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Bundaran Kartasura Kamis (8/10/2020) sore. Foto: Joglosemarnews/ Triawati

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gelombang penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Meski demikian kondisi secara keseluruhan masih terkendali.

“Kondisi Jateng secara umum sampai saat ini kondusif dan terkendali,” terang Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2020) malam.

Ditegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan untuk merusak fasilitas umum.

Baca Juga :  Direktur YLBHI Ajak Pengunjuk Rasa Rekam Aparat yang Lakukan Kekerasan

Dalam melakukan penindakan pembubaran massa aksi unjuk rasa, Polri mengedepankan protap mulai dari Tim Dalmas Sabhara hingga pasukan anti huru hara dari Brimob Polda Jawa Tengah jika eskalasi meningkat anarkis.

“Yang jelas, Polri tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Polda Jawa Tengah mengamankan sebanyak 97 pelaku anarkisme di wilayah Jateng. Mereka melakukan perusakan mulai kendaraan dinas Kepolisian hingga fasilitas umum.

Baca Juga :  Bunga Langka Berbau Busuk Muncul di SD Panularan Solo, Jadi Perbincangan netizen, Namanya Suweg Masih Kerabat Dekat Bunga Bangkai Raksasa

“Para Pelaku tindak anarkis ini akan dijerat dengan pasal 212, 216, 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun,” tandas Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Prabowo