JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Viral Foto Truk Masuk Habitat Komodo di Pulau Rinca, Walhi NTT Desak Pemerintah Hentikan Proyek Jurassic Park di Labuan Bajo

Foto yang viral di media sosial Twitter, memperlihatkan truk yang berada di habitat komodo di Pulau Rinca. Foto: Twitter/@KawanBaikKomodo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Desakan untuk menghentikan pekerjaan proyek pembangunan kawasan pariwisata Taman Nasional Komodo (TNK) berkonsep Jurassic Park di Labuan Bajo datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Timur. Desakan itu muncul lantaran ada kekhawatiran proyek tersebut akan mengancam keutuhan ekosistem satwa endemis di Pulau Flores.

Disampaikan Direktur Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, pihaknya mengecam segala bentuk upaya pembangunan yang berisiko menghilangkah keaslian habitat komodo. “Walhi mengecam segala bentuk pembangunan yang menghilangkan keaslian habitat komodo,” ujarnya seperti dikutip Tempo.co, pada Selasa (27/10/2020).

Umbu Wulang turut meminta kepada pemerintah agar mengembalikan TNK sebagai kawasan konservasi. Ia memandang, saat ini pembangunan TNK terlampau massif dan tidak sesuai dengan spirit pelestarian komodo sebagai hewan purba.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Jumat 20 November 2020: Solo dan Sekitarnya Kemungkinan Diguyur Hujan Lebat

Dia menduga pembangunan pariwisata premium di wilayah tersebut akan berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup satwa. Sebab, TNK yang merupakan kawasan konservasi perlahan mulai disulap menjadi lokus pengembangan wisata premium.

“Langkah pemerintah saat ini telah membuktikan kekhawatiran bahwa pembangunan konservasi Pulau Rinca (salah satu pulau di TNK) akan lebih didominasi kepentingan pariwisata,” katanya.

Walhi juga mengecam masuknya kendaraan berat di dalam habitat komodo di Pulau Rinca, yang fotonya sempat viral. Sebagai kawasan konservasi, kata Umbu Wulang, Pulau Rinca semestinya memerlukan pembangunan infrastruktur seperti yang direncanakan pemerintah.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Sabtu 21 November 2020: Kota Solo dan Semarang Hujan di Malam Hari, Sragen dan Klaten Hujan Lebat

Alih-alih menggeber pembangunan habitat komodo, Walhi mendesak pemerintah berfokus mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan sains dan konservasi di ekosistem komodo. “Karena pembangunan infrastruktur skala besar merusak ekosistem komodo,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Shana Fatina mengatakan pemerintah mengutamakan kelestarian dan keseimbangan ekosistem dalam melaksanakan pembangunan. “Dan semuanya sudah melalui prosedur dan kajian yang mendalam,” tuturnya.

www.tempo.co