JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Astagfirullah, 91 Bayi dan Anak di Sragen Positif Terpapar Covid-19. Mayoritas Tertular dari Orangtuanya, Satgas Sebut Bukti Penyebaran Covid-19 Makin Infeksius!

Anak-anak penyintas covid-19 tampak riang bermain ketika menjalani isolasi di Technopark Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran corona virus atau covid-19 di Sragen makin ganas menyerang. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga banyak yang tertular virus dari Wuhan China itu.

Data terbaru, sebanyak 91 anak di Kabupaten Sragen dinyatakan positif tertular virus Corona atau Covid-19. Mayoritas di antara puluhan anak itu positif karena tertular dari orangtua atau kerabat dekatnya.

Fakta itu diungkapkan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Selasa (27/10/2020). Sekretaris Gugus Tugas Kabupaten, Tatag Prabawanto mengatakan hingga hari ini, total sudah ada 91 anak yang positif terpapar covid-19.

Mereka diketahui berusia antara rentang 0 tahun atau bayi beberapa bulan hingga anak usia 14 tahun. Berdasarkan penyebab, mayoritas anak-anak itu tertular dari tracing kontak erat dengan orangtua atau anggota keluarga di rumah.

Baca Juga :  Update Sragen Hari Ini, Tambah 1 Positif, Pasien Dirawat Tinggal 5. Total Sudah 920.373 Warga Sudah Tervaksin

“Data kita, hingga ini total sudah ada 91 anak yang positif Covid-19. Mayoritas tertular dari orang tua atau kerabat dekatnya,” papar Tatag Prabawanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2020).

Tatag yang juga Sekda Sragen itu menguraikan mayoritas anak yang terpapar covid-19 itu dalam kondisi tanpa gejala.

Meskipun masih anak-anak, mereka tetap dilakukan perawatan dan diisolasi di Technopark Sragen seperti pasien dewasa lainnya.

Baca Juga :  Sopir Bus AKAP Menjerit, Organda Sragen Desak Pertamina Penuhi Stok BBM Solar. Ketua: Solar Langka, Ekonomi Bisa Lumpuh!

Namun, mayoritas memang diberikan perlakuan khusus dan dipisahkan dari isolasi orang dewasa. Kemudian untuk anak yang masih bayi, biasanya didampingi orangtua atau ibunya.

“Kebijakan kita memang isolasi di Technopark. Karena ini menyangkut anak ya, pasti sulit membatasi ruang mereka jika diisolasi di rumah masing-masing. Artinya kemungkinan mereka menularkan tinggi jika tidak diisolasi di Technopark,” tuturnya.

Tatag menyampaikan pasien anak itu juga sebagian besar diisolasi dan ditempatkan di satu kamar dengan keluarganya. Hal itu dikarenakan hampir sebagian besar mereka tertular dari orangtuanya yang positif.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua