JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terlena Pesan Sate, Pejabat Dinas di Sragen Harus Tekor Nomboki Uang Kantor Rp 80 Juta. Kadinas: Itu Sudah Risiko!

Lokasi perampokan pejabat Distan Sragen di depan warung sate kelinci Pak Peng Mahbang Sambungmacan. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masih ingat kasus perampokan dengan modus pecah kaca yang menimpa bendahara bidang di Dinas Pertanian Sragen, Sutrisno (48) beberapa waktu lalu.

Bendahara bidang itu harus tekor karena nomboki Rp 80 juta uang kantor yang dirampok oleh pelaku. Kepala Dinas Pertanian Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengatakan uang yang dirampok itu sudah dikembalikan penuh oleh yang bersangkutan ke kantor.

Uang itu adalah dana bantuan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) dari pusat dan sudah langsung diberikan kepada kelompok penerima sesuai jadwal.

“Sudah dikembalikan dan diganti oleh yang membawa. Dan sudah diberikan ke petani penerima,” papar Ekarini kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela penyerahan bantuan Alsintan belum lama ini.

Ekarini menguraikan uang yang dirampok itu memang dana dari pusat yang akan diserahkan kepada kelompok yani.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan Satu Meninggal Dunia Hari Ini, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Melaju Dekati Angka 800. Tersebar di 5 Kecamatan, Jatitengah Sukodono Sumbang 2 Orang

Uang Rp 80 juta itu disalurkan dari pusat untuk gerakan percepatan olah tanam di Sragen. Karena personel dari Jakarta tidak bisa hadir, sehingga minta bantuan ke dinas untuk menyerahkan dana itu.

“Ternyata ada kejadian itu (Perampokan) ya nggak disangka-sangka,” terangnya.

Ia menegaskan, bendahara bidang memang sudah legawa mengganti penuh uang yang hilang dirampok itu. Menurutnya hal itu sebagai konsekuensi sebagai orang yang bertanggungjawab mengambil dan membawa uang.

Uang itu sudah langsung diganti sehari setelah kejadian dan langsung disalurkan ke kelompok petani. Ia berharap kejadian itu menjadi pembelajaran agar lebih berhati-hati ketika membawa uang.

“Secara aturan yang bawa yang mengganti. Dan itu sudah risiko yang membawa. Jadi harapannya ke depan kalau membawa uang harus lebih hati-hati. Karena kita nggak tahu kita dengan siapa, di sekitar kita ada siapa,” tandasnya.

Baca Juga :  Merdeka Banget, 2 Nenek di Sragen Ini Curi Perhatian Saat Asyik Ngobrol Berdua di Sawah Sampai Tak Sadar Ada Pejabat Penting di Hadapannya. Simak Jawaban-Jawaban Polosnya Soal Corona dan Pilkada!

Sekretaris Dinas Pertanian, Joko Wikanto, yang mendampingi korban melapor ke Polres, menguraikan korban bernama Sutrisno (49), salah satu bendahara bidang di Dinas Pertanian Sragen.

Saat kejadian, korban diketahui selesai mengambil uang dari Bank Mandiri Sragen, ditemani salah satu stafnya, Dedi Wahyudi.

Usai dari bank, korban berniat makan siang di salah satu warung sate kelinci di Jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Dukuh Lemahbang, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

“Belum sempat makan, baru turun dari mobil kemudian mau duduk tiba-tiba salah satu karyawan sate sudah teriak maling. Saat dicek, kaca depan bagian kanan sudah pecah. Uang Rp 80 juta yang ditaruh di depan sudah hilang,” urainya. Wardoyo