JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Momen Hari Jadi Karanganyar Malah Masuk Zona Merah, Fraksi PKS Sebut Sistem Penanganan Loss Doll!

Rohadi Widodo. Foto/Beni Indra
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Fraksi PKS DPRD Karanganyar menyebut kejadian terkini kenaikan status Karanganyar menjadi zona merah menjelang HUT pada Rabu (18/11/2020) esok menunjukkan lemahnya sistem pengawasan atau loss doll.

Bahkan Fraksi PKS meragukan pola penanganan medis yang jelas sehingga laju covid selalu naik terus trennnya.

Demikian kritisi Fraksi PKS pada Rapat Paripurna dengan Bupati menbahas RAPBD 2021, Selasa (16/11/2020) yang berlangsung pada malam hari di Gedung DPRD setempat.

Menurut Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo kritisi itu wajar adanya apalagi banyak fraksi yang menyoroti kenaikan status zona merah tersebut.

Pasalnya selain momentumnya jelang HUT Kabupaten Karanganyar, memang terpantau kurun waktu triwulan terakhir trend warga positip covid terus meningkat pesat.

Baca Juga :  Kabar Terbaru, Bupati Karanganyar Umumkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Akan Dimulai Awal Januari 2021. Orangtua Yang Tak Rela Boleh Tidak Setuju!

“Memang secara alami normalnya kembali kehidupan sosial menyumbang kenaikan warga terkena covid. Namun jika pihak berkompeten memiliki sistem dan SOP yang jelas kami yakin bisa diantisipasi,” tandasnya.

Sebagai contoh, Rohadi menjelaskan stagnasi penanganan ataupun pencegahan covid di daerah rawan terbukti tidak ada progress. Tetap saja daerah itu-itu saja yang mendominasi titik rawan.

“Yang namanya titik rawan itu kalau sudah dalam pengawasan khusus tentu trennya harus menurun baru bisa dikatakan berhasil. Lha ini masih saja monoton tidak ada progress,” serunya.

Untuk itu, Fraksi PKS meminta Bupati Juliyatmono melakukan evaluasi secara serius terhadap pola penanganan covid secara komprehensif.

Baca Juga :  SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Banyak Diminati Calon Siswa, Sudah Ada 150 Inden Meski Pendaftaran Belum Dibuka

Sebab jika langkahnya tetap monoton seperti sekarang ini maka lanjut Rohadi besar kemungkinan trend covid bukan menurun tapi naik pesat.

“Jika situasi seperti itu maka menjadi problem berat daerah,” tuturnya.

Sedangkan Anggota Fraksi Demokrat-PAN, Supriyanto mengingatkan bupati tentang melonggarnya kembali ketidak taatan pada protokol kesehatan.

“Rasanya perlu evaluasi kembali tentang keseriusan penertiban pelaksanaan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Juliyatmono mengatakan pemkab terus monitor laju covid. Ia juga meminta masyarakat untuk berhati-hati serta mentaati protokol kesehatan.

“Pemerintah terus melakukan pengawasan ketat, namun harapan kami masyarakat agar waspada dan berhati-hati,” ujarnya. Beni Indra