JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dihantam Covid-19, APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Anjlok Rp 130 Miliar. Transfer Dana APBN Juga Turun Rp 133 Miliar

Bagus Selo. Foto/Beni

IMG 20201124 WA0052
Bagus Selo. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2021 Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan sebesar Rp 130 miliar dibandingkan APBD 2020.

Sementara Dana Transfer dari APBN untuk Karanganyar juga mengalami penurunan sebesar Rp 133 miliar yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), insentif daerah serta dana bagi hasil daerah.

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo mengatakan alokasi APBD 2021 sebesar Rp 2.094 triliun. Sedangkan APBD 2020 sebesar Rp 2.224 triliun sehingga terjadi penurunan Rp130 miliar.

Adapun dari alokasi APBD 2021 tersebut dialokasikan untuk belanja pembangunan sebesar Rp 1.062 triliun, sisanya untuk belanja rutin gaji pegawai sebesar Rp 981.29 miliar, sedangkan belanja modal sebesar Rp 117.89 miliar.

Baca Juga :  Terima SK PNS, 244 CPNS Karanganyar Diancam Langsung Dicoret Jika Ikut Gabung FPI dan Radikalisme!

Adapun untuk belanja tidak tetap (BTT) juga menurun sebesar Rp 10 miliar dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 36 miliar.

Menurut Bagus Selo, pandemi covid juga berdampak terhadap berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 133 miliar.

Dijelaskan Dana Transfer pada APBD 2020 sebesar Rp 1.775 triliun, sedangkan pada APBD 2021 menurun menjadi Rp 1.642 triliun

Baca Juga :  160 Warga Karanganyar Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Kasus Positif 3.191, Data Kematian Probabel dan Suspek Dihilangkan

Disisi lain, proyeksi Pendapatan Asli Daerah PAD APBD 2021 menurun Rp 1.4 miliar menjadi Rp 355.678 miliar, sedangkan PAD APBD 2020 sebesar Rp 357 miliar.

Sementara untuk Sisa Lebih Penggunaan Anggaran SILPA APBD 2020 sebesar Rp 67 miliar.

Secara umum, Bagus Selo dengan berkurangnya Dana Transfer dari pemerintah pusat pada APBD 2021 diharapkan tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap pembangunan daerah. Terutama disektor infrastruktur.

“Untuk pembangunan infrastruktur tetap jalan meski berdasarkan skala prioritas menyesuaikan kemanpuan keuangan,” ujarnya. Beni Indra