JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi

Google Doodle Hari Ini Mengenang Sosok Tino Sidin, Siapa Beliau? Dikenal dengan Komentar Khas ‘Ya, Bagus’

Tampilan halaman muka Google mengenang sosok guru menggambar, Tino Sidin. Foto: google.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Tanggal 25 November di Indonesia diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang sekaligus memperingati HUT berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun Google Doodle Indonesia, hari ini menampilkan sosok bernama Tino Sidin. Siapakah beliau?

Tampilan halaman muka Google Indonesia pada hari ini, Rabu (25/11/2020) berbeda dari biasanya. Ada gambar sosok pria dan beberapa anak-anak yang sedang menggambar di dekatnya. Pria itu adalah Tino Sidin, beliau adalah seorang pelukis sekaligus guru menggambar anak-anak.

Selain diperingati sebagai Hari Guru Nasional, kebetulan tanggal 25 November juga merupakan hari lahir Tino Sidin. Pak Tino, demikian ia akrab disapa, lahir pada tahun 1925 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Beliau telah wafat pada 29 Desember 1995 di usia 70 tahun.

Nama Tino Sidin mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah ia membawakan sebuah acara televisi di era tahun 1980-an berjudul “Gemar Menggambar”. Acara tersebut ditayangkan secara nasional di stasiun TVRI.

pak tino sidin tamantinosidin
Seniman lukis Tino Sidin. Foto: tamantinosidin.net

Acara Gemar Membaca pertama kali ditayangkan secara lokal di TVRI Yogyakarta, kemudian ditayangkan TVRI nasional setelah banyak digemari penonton. Acara tersebut tayang setiap hari Minggu sore selama sekitar satu dekade.

Dalam acara itu, Pak Tino mengajarkan cara menggambar untuk anak-anak. Ia menunjukkan bahwa menggambar itu mudah dengan memadukan garis-garis lurus dan lengkung sederhana.

Selain itu Pak Tino juga dikenal dengan komentar khasnya, “Ya, bagus”, yang ia ucapkan saat memuji gambar hasil karya anak-anak. Sosok Tino Sidin pun menjadi salah satu idola anak-anak di masa itu.

Pak Tino juga dikenal dengan penampilannya yang khas, yakni sebuah topi pet dan kacamata yang selalu ia kenakan dalam setiap penampilannya, baik di televisi maupun saat acara jumpa penggemar.

“Seperti banyak guru yang dirayakan di seluruh negeri, Sidin mengasuh siswanya melalui dorongan positif. Dia menginspirasi para siswa untuk tidak membuat kesalahan dan terus mengangkat semangat anak-anak yang menonton,” tulis Google dalam keterangannya.

Tak hanya dikenal sebagai guru lukis, Tino Sidin juga merupakan seorang seniman yang telah menghasilkan banyak karya lukisan. Salah satunya yakni lukisan berjudul “Empat Anak Main” yang menggambarkan keempat putrinya.

Pada 2017, kediaman Tino Sidin di Yogyakarta disulap menjadi sebuah museum untuk mengenang sosok Sang Guru Menggambar, yang diberi nama Taman Tino Sidin. Di dalam museum itu tersimpan peninggalan Tino Sidin Sang Seniman Lukis.