JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Banyak yang Abaikan Protokol Kesehatan, Perlu Penegak Disiplin di Tempat Wisata dan Mall

Penampakan antrian panjang pengunjung ke Tawangmangu, Karanganyar, Jateng beberapa waktu lalu. Foto: JSNews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Penampakan antrian panjang pengunjung ke Tawangmangu, Karanganyar, Jateng beberapa waktu lalu. Foto: JSNews

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Masih banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata sangat berpotensi terjadinya penularan atau penyebaran Covid-19 di masyarakat. Untuk itu perlu dicarikan langkah-langkah untuk mendisplinkan perilaku warga tersebut. Pemerintah daerah dibantu aparat keamanan harus punya solusi yang tepat dan jitu yang bisa menertibkan penerapan protokol kesehatan terutama di kawasan wisata.

Demikian diungkapkan pengamat sosial dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Sofyan Anif. Menurutnya, sosialisasi mengenai kebiasaan baru dalam bentuk protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebenarnya sudah dilakukan secara masif dan berulang-ulang kali. Tapi pertanyaannya adalah mengapa edukasi dan sosialisasi itu sering tidak diindahkan.

“Imbauan, permintaan, sosialisasi mengenai 3M yakni Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan sudah banyak digaungkan di mana-mana. Tapi kalau kita lihat di keramaian, khususnya di kawasan wisata ternyata banyak yang mengabaikan,” kata Sofyan Anif yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini.

Baca Juga :  Tambah 18 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.243. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

Kebetulan, lanjut Sofyan Anif, dirinya sering ke tempat wisata dan melihat banyak protokol kesehatan yang tidak dipatuhi masyarakat. “Saya itu kebetulan sering mampir ke tempat-tempat wisata, di sana ditemui banyak yang gak pakai masker. Trus berkerumun seperti tidak ada Covid-19, antrian juga berdekatan. Maka perlu ditinjau langkah jitu yang bisa mendisiplinkan warga tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Sofyan, masyarakat sebenarnya sudah mengerti dan memahami apa yang diterima tentang konten protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sudah disampaikan lewat berbagai medium dan kesempatan. Namun mengapa adaptasi perilaku baru itu belum dilaksanakan secara konsisten.

“Pesan 3M dan seterusnya itu sudah sampai di masyarakat. Strategi kampanye yang dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait juga beragam dan menyasar ke semua kelompok. Lantas mengapa di tataran praksisnya tidak berjalan secara efektif menyeluruh. Apakah ada kebosanan menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Ini yang patut dipertanyakan dan dicarikan solusinya,”

Baca Juga :  Berbahagialah Buruh di Karanganyar, UMK 2021 Naik Jadi Rp 2.054 Juta, Tertinggi se-Soloraya. Ketua Apindo Langsung No Comment!

Khusus di tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan (mall) dan keraain lainnya, Sofyan Anif mengusulkan adanya petugas khusus yang disiapkan sebagai pengingat atau semacam penegak  disiplin pengunjung di tempat wisata dan keramaian lainnya. Petugas ini diberikan seragam khusus yang berkeliling dan tugasnya memantau serta mengingatkan pengunjung yang tidak tertib menerapkan protokol kesehatan.

“Mereka yang bergerombol diminta menjaga jarak, yang tidak pakai masker diminta pakai masker dan seterusnya. Kehadiran petugas penegak disiplin itu saya kira perlu diterapkan lantaran di daerah-daerah wisata potensial untuk terjadinya kerumunan,” paparnya.

Ia juga mengajak kalangan kampus terutama mahasiswa menjadi agen perubahan dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru mencegah Covid-19 ini. Mahasiswa bisa menjadi contoh dan sekaligus berkampanye hingga mengingatkan warga masyarakat yang tidak mematuhi protokok kesehatan. (A Syahirul)