JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Delapan Tenaga Kesehatan di Pekalongan Positif Covid-19, 6 dari Puskesmas Karanganyar, 2 dari Puskesmas Kajen I

Ilustrasi tes swab oleh petugas medis. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gelombang penularan virus corona atau covid-19 di Kabupaten Pekalongan kembali terasa menggema. Delapan tenaga kesehatan (Nakes) dinyatakan positif terjangkit covid-19.

Data yang dihimpun menyebutkan, seluruh Nakes yang terjangkit virus corona terdeteksi dari dua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan. Dua Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Karanganyar dan Kajen I.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, menindaklanjuti munculnya klaster virus corona dari tenaga medis tersebut langsung dilakukan tracing.

Menurut dia, hingga kini, berdasarkan hasil tracing belasan lainnya masih menunggu hasil tes swab keluar untuk memastikan penyebaran di klaster kesehatan ini. Lebih detail, Dwiantoro menjelaskan, dua tenaga kesehatan di Puskesmas Kajen 1 terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tracking, dari 6 tenaga kesehatan Puskesmas Karanganyar yang positif Covid-19 beberapa minggu yang lalu.

Bahkan, puskesmas ini sempat menutup pelayanan selama beberapa hari. Dari temuan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan melakukan tracking.

Baca Juga :  Demi Sukses Pilkada, Dindukcapil Blora Beri Pelayanan Prima Bagi Warga Pemohon KTP Elektronik

“Kami langsung melakukan pelacakan dan hasilnya di Puskesmas Kajen I ditemukan lagi dua tenaga kesehatan positif terpapar covid-19,” terang dia saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2020).

“Dari tracking tersebut, diketahui ada yang pernah kontak dengan nakes Puskesmas Karanganyar,” sambung dia.

Dijelaskannya lebih lanjut, pemeriksaan dan tes untuk pelacakan kasus covid-19 untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Pekalongan terus dilakukan. Munculnya klaster kesehatan baru di Kabupaten Pekalongan setelah ada enam tenaga kesehatan di Puskesmas Karanganyar berdasarkan tes rapid dan swab terpapar covid-19.

“Untuk memutuskan mata rantai penyebaran, beberapa hari pelayanan di puskesmas tersebut ditutup,” imbuh dia.

Ditambahkannya lebih lanjut, dua nakes itu masing-masing bertugas di loket dan ruang perawatan.

“Meski demikian, Puskesmas Kajen 1 tetap membuka pelayanan. Namun, ruangan yang bersangkutan sementara tidak dibuka,” ungkapnya. Selain dari tracking itu, ada 17 pegawai Puskesmas Karanganyar yang dilakukan tes swab dari kasus sebelumnya.

Baca Juga :  Sindikat Pembobol ATM Bank Jateng Dilumpuhkan di Brebes. Tersangkanya 8 Orang, Beraksi Pakai Linggis dan Gasak Uang Rp 179 Juta

“Sampai saat ini, hasilnya belum keluar. Kami tunggu sambil melanjutkan tracking kepada yang lain,” imbuhnya.

Dilansir dari laman https://corona.pekalongankab.go.id/ hingga Sabtu (31/10/2020) pada pukul 09.23 WIB total kasus terkonfirmasi mencapai 408 kasus. Dengan rincian jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 621 orang, 620 orang selesai pemantauan dan 1 orang meninggal dunia.

Jumlah untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 77 orang, dengan rincian 54 orang sudah pulang dan sehat serta 23 orang meninggal dunia. Sedangkan kasus positif Covid-19 ada 408 orang, dengan 25 orang meninggal dunia, 284 sembuh, 77 orang menjalani isolasi mandiri, dan 22 orang masih dirawat. Frieda|Satria Utama