JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Didesak ICW agar Libatkan Novel untuk Buru Harun Masiku, Ini Tanggapan KPK

Juru bicara KPK, Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis ( 23 /1/ 2020) / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Meski menghargai usulan Ibdonesia Corruption Watch (ICW), namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat enggan melibatkan penyidik Novel Baswedan dalam upaya pencarian buron Harun Masiku.

Pasalnya, menurut juru bicara KPK Ali Fikri, KPK telah mengevaluasi tim yang bertugas mencari mantan calon anggota legislatif dari PDIP tersebut.

“Satgas yang bertanggung jawab menyelesaikan perkara dimaksud telah pula dilakukan evaluasi agar lebih optimal dalam upaya pencarian DPO dimaksud,” kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Minggu (1/11/2020).

Meski demikian, Ali tak menjelaskan hasil evaluasi yang telah dilakukan itu dan langkah yang telah diambil KPK untuk mengoptimalkan pencarian Harun.

Baca Juga :  Jokowi Minta Pengusaha Sektor Pangan Tanggalkan Paradigma Lama

Ali menjelaskan, penugasan tim untuk menangani sebuah kasus dilakukan oleh Direktur Penyidikan. Dalam kasus Harun Masiku, kata dia, Direktur Penyidikan telah memberikan tugas itu untuk salah satu tim.

“Menjadi tanggung jawab dari satgas yang dari awal telah ditunjuk menyelesaikan berkas perkara tersebut untuk mencari keberdaan DPO dimaksud,” kata dia.

Sebelumnya, usul melibatkan Novel Baswedan dkk mencuat setelah timnya berhasil menangkap buronan kasus suap di Mahkamah Agung, Hiendra Soenjoto. Pada Juni, tim ini juga berhasil menangkap eks Sekretaris MA Nurhadi, serta menantunya Rezky Herbiyono.

Baca Juga :  Walikota Cirebon, Nashrudin Azis Umumkan Diri Positif  Covid-19

Tim Novel tak sendirian dalam melakukan upaya penangkapan itu. Selain Novel, tim itu juga terdiri dari penyidik lainnya, seperti Ambarita Damanik, Rizka Anung Nata dan Rossa Purbo Bekti.

Nama terakhir, Rossa Purbo Bekti diketahui sempat menjadi tim yang terjun melakukan operasi tangkap terhadap Harun Masiku dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Tim itu diduga sempat ditahan saat sedang mengintai Harun di kawasan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. Setelah itu, Harun tak diketahui lagi keberadaannya hingga saat ini.

www.tempo.co