JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Diduga Akibat Serangan Jantung, Seorang Pria Asal Pulokulon Grobogan Tewas di Pinggir Jalan

Petugas dari Polsek Pulokulon bersama petugas medis dari Puskesmas setempat mengevakuasi jenazah korban. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang pria berusia 44 bernama Maryadi ditemukan tewas di pinggir jalan Danyang-Kuwu, Selasa (3/11). Diduga kuat, penyebab tewasnya warga Dusun Lengkong RT 3 RW 2, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon tersebut akibat serangan jantung.

Data dihimpun memastikan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan ataupun kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Panunggalan, Iptu I Ketut Sudiartha saat dikofirmasi wartawan mengungkapkan, kronologi tewasnya

korban pertama kali diketahui oleh Ahmad Tri Mustofa(17) dan Muhamad Arif Setiawan(15). Kedua pemuda ini melihat korban kejang-kejang di dekat sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi K 6339 AZ yang terparkir di piggir jalan.

Baca Juga :  Tembus Angka 1.416 Orang Per 1 Juta Penduduk Per Minggu, Tes PCR Jateng Lampaui Target WHO

“Kedua saksi merupakan warga Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, melihat korban kejang-kejang di dekat sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan nomor polisi K 6339 AZ. Keduanya langsung mendekati korban dan melihat korban dalam kondisi lemas dan tidak sadar,” terang Kapolsek saat dikonfirmasi pada Rabu (4/11).

“Korban diketahui bernama Maryadi(44), warga Dusun Lengkong RT 3 RW 2, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. Kejadiannya Selasa (3/1) sekitar pukul 10.00 WIB pagi kemarin,” imbuh dia.

Atas kejadian tersebut, oleh warga langsung dilaporkan ke Mapolsek Panunggalan.

Kapolsek menyebutkan, setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban bersama petugas medis. Saat dilakukan pemeriksaan korban posisi terlentang di pinggir jalan raya, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia terkena serangan serangan jantung.

Baca Juga :  Guberbur Jateng Bersama KPU, Bawaslu dan Pihak Terkait Bahas Skenario Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Darurat Pandemi dan Erupsi Gunung Merapi

“Setelah mendapatkan laporan, selang beberapa saat, Kanit reskrim dan petugas piket polsek Panunggalan bersama Inafis Polres Grobogan dan petugas medis Puskesmas Pulokulon II mendatangi lokasi kejadian,” terang dia.

“Penyebab korban meninggal dunia diduga kuat akibat serangan jantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis pada jenazah korban tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan apapun,” terang Kapolsek.

“Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” imbuh Kapolsek Panunggalan, Iptu I Ketut Sudiartha. Satria Utama