JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ditemani Adiknya, Suwardi Akhirnya Berangkat ke Jakarta untuk Serahkan Ukiran Uniknya Kepada Presiden Jokowi. Ketua DPRD Sempat Kaget Saat Dipamiti

Suwardi (kiri) saat menunjukkan ukiran uniknya untuk Presiden Jokowi ketika pamitan ke Ketua DPRD Sragen, Suparno (kanan), Rabu (4/11/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suwardi (54) yang membuat karya ukiran unik untuk dipersembahkan kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, akhirnya berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan karyanya itu, Rabu (4/11/2020).

Ukiran dari akar kayu jati raksasa yang dibuat selama hampir tiga bulan lebih itu akan dipersembahkan sebagai bukti kecintaan Suwardi kepada kedua tokoh tersebut.

Warga Dukuh Ngablak RT 13/4, Kroyo, Karangmalang itu berangkat dari Sragen dengan mengemudikan Mobil Luxio. Sedangkan ukiran akar jatinya ditaruh di dalam mobil dengan penopang meja kayu dan diikat agar tidak rusak.

Sebelum berangkat, Suwardi terlebih dahulu meminta doa dan pamitan kepada Plt Bupati namun tidak bisa bertemu.

Kemudian berlanjut pamitan ke Ketua DPRD Sragen, Suparno. Suwardi menemui Ketua DPRD di Kantor DPRD dan menyampaikan niatnya untuk mengantarkan karyanya kepada Presiden di Jakarta.

“Kedatangan saya ini untuk minta donga pangestu Pak. Saya cuma rakyat cilik pingin menyampaikan hadiah untuk Pak Jokowi dan Prabowo sebagai wujud kecintaan saya kepada beliau. Karena beliau sudah bisa menjaga Pancasila dari orang-orang yang mau merubahnya,” papar Suwardi di hadapan Ketua DPRD.

Melihat kedatangan Suwardi, Suparno sempat kaget dan tak menyangka. Namun ia kemudian menerima Suwardi dengan baik dan mendoakan agar niatan untuk memberikan karya kepada Presiden bisa berjalan dengan lancar.

“Saya tadi kaget dan nggak ngira bakal kedatangan tamu yang katanya ingin menpersembahkan ukiran uniknya kepada Pak Jokowi. Saya bilang bahwa seni itu kan nilainya tidak bisa terukur. Bahwa beliau ingin menghadiahkan kepada Pak Jokowi sebagai bukti kecintaan, itu hak beliau. Kami hanya bisa mendoakan semoga lancar dalam perjalanan,” tutur Suparno.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Karangmalang Sragen, Pemotor asal Pasar Kliwon Solo Tewas Mengenaskan Usai Gasak Pohon. Satu Korban Dilarikan ke RSI Amal Sehat

Di hadapan Suparno, Suwardi juga sempat mengulas sedikit perihal latarbelakang ukiran itu.

Ia menyebut ukiran akar jati itu bukan sembarang ukiran karena sarat akan makna kepemimpinan dan pentingnya menjaga Pancasila di Bumi Pertiwi.

Setelah pamit dari Ketua DPRD, Suwardi langsung bertolak ke Jakarta. Ia ditemani adiknya. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Suwardi mengatakan sudah mencari informasi dan dirinya diminta datang menyampaikan karya itu melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Sebelumnya, Suwardi menceritakan ukiran itu dibuat dari dangkel (akar) kayu jati berukuran besar yang ada di pekarangannya.

Akar itu diambil sekitar empat bulan silam dari pohon jati berusia puluhan tahun yang ia tebang. Setelah dibawa pulang, ia mengaku hampir dua malam tak bisa tidur dan kemudian muncul firasat untuk melukis atau mengukirnya.

“Nggak tahu, seperti ada yang nuntun. Lalu saya seperti diberi gambar-gambar kayak gini, terus saya ukir aja mengikuti alurnya. Sehingga ada berbagai bentuk di ukiran ini. Ada wajah raksasa dengan mata menyerahkan, ada Garuda dan seperti sebuah cerita,” paparnya, Jumat (30/10/2020) lalu.

Suwardi yang mengaku pengagum berat Jokowi dan Prabowo itu kemudian menceritakan makna ukiran unik berwarna hitam itu.

Ia menyebut di ukiran itu ada tokoh utama berbentuk raksasa bertaring dengan mata menyeramkan.

Kemudian di bawannya ada seperti tangan-tangan menyerupai ular. Itu memaknakan adanya rongrongan yang berupaya mengganti atau merobohkan Pancasila.

“Kalau Pancasila ini diganti, nanti orang- orangnya termasuk harta kekayaan di Indonesia akan dimakan oleh raksasa atau kekuatan asing semua sehingga Indonesia akan menjadi lemah. Tapi tidak usah khawatir ini di belakang ada ukiran tangan- tangan, ini ada tangan satu tangan dua tangan tiga tangan empat yang siap melindungi. Lalu ini ada bintang jadi ada tentara dan polisi ini ada jenderalnya yang siap melindungi,” terangnya.

Baca Juga :  Banyak Petani Tak Masuk Data, KTNA Sragen Curiga RDKK Hanya Copy Paste dari Tahun ke Tahun. Siap-Siap, Besok Dewan Bakal Panggil BRI, Distributor dan Produsen!

Tak hanya dari satu sisi, menurutnya ukiran unik itu juga bisa dibalik dan jika dibalik akan memiliki makna berbeda.

Suwardi menggambarkan jika dibalik maka akan berbentuk seperti rangkaian sayap yang bersatu mirip dengan Burung Garuda sedang terbang.

“Maknanya Indonesia akan jaya dan akan kokoh serta disengani oleh bangsa luar kalau semua bersatu. Maka sudah saatnya pejabat elit dan pejabat tinggi di negeri ini harus bersatu sehingga Indonesia akan jaya,” tukasnya.

Menurutnya dalam ukiran itu, ketokohan Pak Jokowi dan Prabowo juga terukir dalam upaya mempertahankan kedaulatan NKRI dan Pancasila.

Suwardi menyebut ukiran unik itu sengaja ia buat khusus untuk diberikan kepada Presiden Jokowi dan Prabowo.

“Karena Pak Prabowo adalah orang yang juga sudah rela merelakan harga dirinya demi kepentingan bangsa Indonesia. Sehingga waktu itu tidak terjadi perang saudara beliau legawa dan bersama Pak Jokowi akhirnya membangun Indonesia. Bagi saya, keduanya adalah pemimpin sejati. Makanya sebagai wujud kecintaan saya sebagai wong cilik oglak-aglik linggihe dingklik, ini akan saya hadiahkan pada beliau berdua. Harapannya bisa diterima dan semoga Pak Jokowi dan Pak Prabowo selalu sukses dan dilindungi Gusti Allah,” terangnya. Wardoyo