JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dongkrak Partisipasi Pemilih Pilkada, Kementerian Kominfo Berdayakan KIM Lewat Konsep Adinda. Begini Penjelasannya!

Foto/Kemenkominfo
Foto/Kemenkominfo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah komunitas interaksi antar masyarakat dengan konsepnya adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat.

KIM berperan aktif ditengah masyarakat untuk menginformasikan tentang Pemilihan Serentak 2020 kepada warga.

Ketua Forum KIM Kota Pekalongan, Zaenal Muhibbin mengatakan pihaknya memiliki strategi dalam sosialisasi kepada warga yakni dengan pendekatan kearifan lokal.

KIM memanfaatkan kegiatan kumpul warga, rembug warga, menggunakan pos kamling dan di rumah ibadah.

“Kami juga memanfaatkan media solat berjamaah, ngobrol-ngobrol di teras masjid, teman-teman KIM menyampaikan informasi yang telah diperoleh dari pihak terkait (tentang Pemilihan). Sehingga secara natural, warga telah mendapatkan informasi yang update” ujar Zaenal di Pekalongan, Kamis (19/11/2020).

Zaenal menjelaskan, KIM sudah dibekali dengan konsep ADINDA yang merupakan singkatan dari “akses, diskusi, implementasi, networking, diseminasi dan aspiratif”.

Berbekal itu, KIM Pekalongan melakukan akses informasi dengan cara datang ke penyelenggara Pemilu, termasuk ke dinas kesehatan untuk mencari informasi, lalu informasi tersebut disebarluaskan kepada masyarakat.

Baca Juga :  ICW: Perubahan Struktur Organisasi di KPK Bertentangan dengan UU KPK

“Lalu kita menunggu respons masyarakat, dan dengan menggunakan pola perluasan networking, kita jalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Kemudian kami melakukan diseminasi, menggunakan berbagai cara, kita bikin konten dengan bahasa sederhana, bikin pamflet informasi sederhana yang mudah diingat oleh masyarakat,’ tambah Zaenal.

Sementara, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pembina dari KIM menyampaikan bahwa kehadiran KIM merupakan salah satu bentuk dari keterlibatan Kominfo dalam membantu KPU mewujudkan target partisipasi pemilih 77,5 persen.

Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Dikdik Sadaka menjelaskan selain membantu memenuhi target partisipasi pemilih, pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas pemilih dengan cara mendorong masyarakat agar memilih dengan cerdas.

“Kita ingin agar masyarakat mendapatkan pemimpin yang terbaik, bagi negara, daerah dan bagi masyarakat. Untuk itu kita menggunakan berbagai media untuk menyampaikan narasi tersebut, lewat televisi, radio, media cetak, online, billboard, termasuk lewat peran KIM,” ujar Dikdik.

Baca Juga :  Sidang Memanas oleh Perdebatan Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Adik Ipar

Keterlibatan media massa dalam Pemilihan juga sangat penting. Pemimpin Redaksi Batik TV Pekalongan, Teguh Santosa menyampaikan peran media di Pekalongan menyiarkan program pemerintah terkait Pemilihan.

“Kita juga berusaha menampung aspirasi masyarakat dan menyiarkan tahapan-tahapan Pemilihan. Kita ikut menyiarkan debat publik secara langsung, sebagai bentuk partisipasi kita sebagai lembaga penyiaran,” paparnya.

Sementara di lain pihak, KPU menegaskan kembali aturan-aturan ketat protokol kesehatan selama tahapan Pemilihan, utamanya di masa kampanye yang tengah berlangsung.

“Peraturan  kita mengakomodir masukan masyarakat untuk Pemilihan di masa pandemi, salah satunya larangan berkampanye dengan kerumunan, pembatasan peserta kampanye maksimal 50 orang  dan harus menyediakan protokol Covid-19, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Abi Rizal. Wardoyo