JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gawat, Pembahasan UMK Buntu, Pengusaha Karanganyar Malah Ancam PHK Besar-Besaran

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hasil final perundingan selama 4 jam tentang kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar berakhir tragis. Untuk kesekian kalinya, tidak ada titik temu alias deadlock.

Hingga perundingan berakhir Kamis (12/11/2020) pukul 22.40 WIB kembali gagal mencapai kesepakatan antara Apindo dengan Forum Serikat Buruh.

Ketua Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar (FKSBK), Eko Supriyanto mengatakan karena kedua belah pihak ngotot dengan pendiriannya masing-masing maka akhirnya buntu tidak ada kesepakata apapun.

Advertisement
Baca Juga :  Mendung Tanpa Hujan, Mendadak  Pohon Pete Tumbang Timpa Rumah Suramto di Karangpandan Karanganyar

Yakni dari pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ngotot pokoknya tidak mau ada kenaikan UMK alias nol persen.

“Saya juga tidak habis pikir mengapa Apindo mbegegeg ugeg ugeg rumus pokok e ngotot tidak mau ada kenaikan UMK dengan alasan apapun,” paparnya, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga :  Kodim 0727 Karanganyar Salurkan BLT Sebesar Rp 6 Miliar untuk 5.680 Pemilik warung dan PKL

Bahkan menurut Eko, Apindo pada perundingan itu sempat mengancam akan melakukan PHK besar-besaran jika UMK tetap naik.

Padahal dari FKSBK sudah sempat mengalah dari semula mengajukan UMK sebesar Rp 2.135 juta turun menjadi sebesar Rp 2.055 juta berdasar acuan Peraturan Pemerintah PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua