JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gibran Gagas Jurusan Medsos Untuk SMK, Seperti Apa?

Gibran Rakabuming Raka. istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Calon wali kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka menggagas jurusan Media Sosial (Medsos) menjadi jurusan baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun sempat mendapatkan nyinyiran akibat gagasannya tersebut, namun Gibran menyebut jurusan Medsos memiliki peran penting dalam sebuah strategi marketing.

Bagi Gibran, medsos tidak hanya berfungsi sebagai alat narsis. Namun juga sebagai alat promosi masa depan yang lebih efektif dan efisien.

“Medsos bisa jadi marketing tools yang sangat powerful. Kedepan placement iklan akan banyak ke medsos, jadi bisnis periklanan akan butuh medsos sebagai pengganti media mainstream seperti baliho dan iklan koran dan sebagainya,” paparnya, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga :  Bertemu Gibran, Eks Napi Bom Bali Menaruh Harapan Ini

Gibran menambahkan, SMK Jurusan Medsos tidak sekedar diajari mengoperasikan instagram dan facebook atau medsos lainnya.

“Tapi kurikulumnya mencakup analisa perilaku konsumen di era digital (Customer Behavior) sampe optimasi sosial media. Kampus-kampis di luar negri juga mulai membuka jurusan medsos tapi namanya “Digital Marketing”,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gibran juga mengatakan permintaan maafnya jika idenya tersebut tampak konyol bagi sebagian masyarakat.

“Tapi lulusan SMK Jururan Medsos ini bisa menjadi digital marketer untuk generate leads dan brand awareness. Bisa juga menjadi social media specialist. Kompetensinya antara lain seperti content creation, marketing, market analysis, digital marketing, branding dan public relation, search engine optimization, google analytics dan lainnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Solo Siap Dicopot dari Jabatannya Jika Terbukti Abai Protokol Kesehatan

Gibran sendiri mendapatkan manfaat serupa dari jurusan “medsos” tersebut.

“Saya lulus bachelor of science in marketing. Dan ilmu-ilmu ini belum pernah diajarkan ke saya. Ini ilmu-ilmu baru dan kita dituntut untuk bisa menjawab tantangan jaman,” pungkasnya. Prihatsari