JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Mantan Kades dan Pensiunan Guru di Sidoharjo Sragen Meninggal Dunia Positif Terpapar Covid-19. Jenazah Langsung Dibawa ke Makam, Semua Anggota Keluarga Diswab

Prosesi pemakaman mantan Kades Jetak yang meninggal positif covid-19 dengan protokol covid-19, Rabu (11/11/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus kematian akibat covid-19 di Sragen terus bertambah. Hari ini, dua orang warga di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi positif terpapar covid-19.

Dua warga itu masing-masing RAJW (82) mantan Kades Jetak dan pensiunan guru Ny RJ (69). Keduanya meninggal dunia dan hasil swab menunjukkan positif covid-19.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , RAJW meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca Juga :  Keren, Sepakterjang 2 Usahawan Muda asal Sragen Ini Gapai Kesuksesan dari Nol. Rosita Berkibar lewat Usaha Make Up Artis, Titis Punya 80 Cabang Es Dawet Kekinian di Seluruh Pulau Jawa

Sedangkan Ny RJ meninggal setelah sempat dirawat di RS dr Oen Surakarta. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto membenarkan meninggalnya kedua warga Jetak itu dengan status positif terpapar covid-19.

“Hasil swab positif covid-19,” paparnya, Rabu (11/11/2020).

Kades Jetak, Siswanto membenarkan meninggalnya dua warganya itu. Ia menyebut RAJW adalah mantan Kades Jetak dan sebelumnya sudah sakit dan kemudian meninggal dalam perawatan di RSUD Sragen.

Sedangkan satunya adalah pensiunan guru. Keduanya memiliki riwayat sakit sebelum kemudian meninggal dunia hari ini.

Baca Juga :  Sudah 12 Petani Tewas, 40 Penembak Langsung Diterjunkan Operasi Malam-Malam di Persawahan Karangmalang Sragen. Hasilnya, 600 Ekor Tikus Ditembak Mati Hanya Hitungan 3 Jam
IMG 20201111 WA0013
Prosesi pemakaman Ny RJ, warga Jetak Sidoharjo yang meninggal positif covid-19, Rabu (11/11/2020). Foto/Wardoyo

Karena positif, keduanya dimakamkan dengan protokol covid-19. Yakni jenazah dari rumah sakit langsung dibawa ke pemakaman tanpa disemayamkan di rumah. Kemudian warga diimbau tidak bertakziah dulu dan anggota keluarga sudah diminta melakukan swab.

“Warga juga sudah kami minta meningkatkan ketaatan protokol kesehatan. Semua keluarganya kami minta menjalani swab. Warga juga kondusif. Sudah dimakamkan semua tadi. Keduanya tidak berkerabat dan beda kampung,” tukasnya. Wardoyo