JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Jasad Pria Tak Dikenal Ditemukan di Gunung Salak, Kondisinya Sudah Membusuk. Diperkirakan Meninggal Sekitar Tiga Hari Lalu

Ilustrasi jenazah.
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sesosok jasad pria tak dikenal ditemukan warga dalam kondisi sudah membusuk di kaki Gunung Salak, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (14/11/2020).

Disampaikan Kepala Resort Pengelola Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak-1, Ugur Gursala, jasad pria tanpa identitas tersebut ditemukan di lokasi bebatuan Sungai Ciapus, tepatnya di blok Lamping Pari-Citiis, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), sekitar pukul 07.15 WIB.

Jasad tersebut ditemukan warga yang tengah beraktivitas di sekitar kaki Gunung Salak. Menurut keterangan saksi, temuan tersebut bermula dari bau busuk dari arah aliran Sungai Ciapus. “Setelah dicari sumber bau busuk ternyata berasal dari mayat yang sudah dalam keadaan membusuk,” kata Ugur, dikutip Liputan6.com.

Baca Juga :  Pria Ini Pingsan di Atas Atap Rumah, Terpaksa Dievakuasi oleh Petugas Damkar

Saat ditemukan, jasad pria itu dalam kondisi mengenaskan, dengan posisi telentang dan tanpa sehelai pakaian pun di antara bebatuan. Saksi pun langsung melaporkan temuan itu kepada petugas Resort PTNW Gunung Salak-1. Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan Polsek Tamansari untuk menuju lokasi penemuan mayat dan melakukan evakuasi.

“Kami mendapat laporan dari warga setempat ada mayat di aliran Sungai Ciapus. Setelah itu kami bersama anggota polisi langsung menuju lokasi,” terang Ugur.

Setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP, jasad pria tanpa identias itu langsung dibawa Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi untuk autopsi.

“Di sekitar lokasi kita tidak menemukan identitas (jasad pria) sama sekali. Diperkirakan sudah meninggal 3-4 hari lalu,” ucap Ugur.

Baca Juga :  Seorang Penumpang Lion Air Melahirkan di Dalam Pesawat di Tengah Penerbangan, Ibu dan Bayi Selamat

Namun, sekitar satu meter dari lokasi temuan jasad korban ditemukan sepasang sepatu warna hitam, kaos kaki warna hitam dan celana dalam warna hijau muda.

“Untuk ciri-cirinya, usia (korban) diperkirakan 30 tahun. Kalau ada luka atau tidak, sulit dilihat secara kasat mata karena kondisi tubuhnya sudah menghitam,” pungkas Ugur.

Lebih lanjut, Ugur memastikan bahwa korban bukan pendaki atau wisatawan, melainkan warga yang sedang mandi di sungai. Pasalnya, aliran sungai tersebut kerap digunakan warga untuk mandi. “Kemungkinan yang mandi di sungai, karena suka dipake mandi oleh masyarakat yang main ke sungai,” kata dia. Liputan 6