JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.225 Positif. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

Ilustrasi positif virus covid-19
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Jumat (20/11/2020), jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1.225 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak mencapai 2.542 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah banyak.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Jumat (20/11/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.225 orang.

Baca Juga :  Anggaran Polres Karanganyar 2021 Hanya Naik 0,21 % Sebesar Rp 80.750 Miliar, Kapolres Mengaku Tetap Bersyukur. Berharap Spirit Kinerja Tak Kendor Untuk Beri Pelayanan Terbaik!

Dari jumlah kasus itu, 302 orang masih dirawat, 845 sembuh dan 78 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.542 pasien.

Dari jumlah itu, 2.400 orang dinyatakan selesai pantauan, 84 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 194 orang.

Rinciannya 78 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 58 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Kabar Buruk, Meledak Lagi Sehari Ini Tambah 55 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 dan Satu Meninggal Dunia. Total Kasus Capai 1.175, Sudah 112 Warga Meninggal Dunia

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo