JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Malam Minta Diantar ke Rumah Istri Pertama, Esok Harinya Ditemukan Tewas di Sungai. Misteri Kematian Mbah Roso di Masaran Sragen Akhirnya Terkuak!

Kondisi jenazah almarhum saat dievakuasi ke rumah duka di Gebang, Masaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri penemuan mayat di sungai Dukuh Ngasinan, Desa Gebang, Masaran, Minggu (1/11/2020) pagi menguak fakta baru.

Mayat yang kemudian diketahui bernama Suroso Darso Wiyono (70) atau Mbah Roso, warga Dukuh Ngunut, Desa Gebang, Masaran, Sragen itu ternyata memiliki dua istri.

Informasi yang dihimpun dari warga, malam sebelum kejadian, korban sempat minta diantar ke rumah istri pertamanya yang tinggal jarak 150 meter dari rumah korban.

Namun setelah diantar, esok harinya korban ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Ngasinan.

“Memang malamnya sempat minta di antar ke rumah Mbok Parti (istri pertama) yang tinggal nggak jauh dari rumah korban. Korban selama ini tinggal di rumah bersama anaknya bernama Sigit. Setelah malam diantar, paginya ditemukan meninggal di sungai itu,” papar Kades Gebang, Jumanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (2/11/2020).

Kades tak menampik korban memang memiliki dua istri namun yang pertama sudah cerai. Selama ini kebiasaannya, korban masih sering minta diantar ke rumah Mbok Parti, lalu kemudian pulang sendiri.

Namun ia menyampaikan kondisi fisik almarhum memang sudah agak linglung dan jalannya pun juga sudah tidak lagi tegap. Diduga kuat, almarhum terpeleset dan kemudian jatuh ke sungai.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis, Kereta Api Gasak Mobil Gadis Cantik Hingga Ringsek di Perlintasan Tanpa Palang Gemolong Sragen

“Jalannya memang sudah timak-timik karena sudah tua dan agak pikun. Tahu-tahu paginya sudah kejadian itu. Yang tahu pertama kali ibu-ibu yang lagi olahraga di Ngasinan,” terang Kades.

Almarhum sudah dimakamkan di pemakaman dukuh setempat. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dan menerima itu sebagai sebuah musibah.

Seperti diberitakan, penemuan mayat Mbah Roso diketahui pukul 05.00 WIB oleh dua orang warga yang sedang berolahraga, Dyah Ayu Pitaloka dan Muryani.

Saat melintasi dekat Sungai Ngasinan, keduanya kaget mendapati sesosok jasad yang mengambang di aliran sungai. Mendapati hal itu, keduanya langsung histeris dan berteriak minta tolong.

Penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke warga sekitar dan kemudian diteruskan ke Polsek Masaran. Tak lama berselang, tim Polsek dan relawan BPBD serta PMI langsung tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP.

Saat dievakuasi, kondisi jasad korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan posisi telungkup. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah korban tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  2 Warga Sragen Kembali Terpapar Positif Hari Ini. Jumlah Kasus Covid-19 Tembus 1.394, Sudah 122 Warga Meninggal Dunia

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Masaran, AKP Joko Widodo membenarkan kejadian itu. Menurutnya tak lama setelah menerima laporan, tim langsung terjun melakukan olah TKP.

Hasilnya, dari pemeriksaan fisik dan visum oleh tim Puskesmas dan Inafis Polres, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia di aliran sungai tak jauh dari rumahnya. Tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” terangnya.

Kapolsek menambahkan dugaan sementara korban meninggal akibat terpeleset saat berada di sungai. Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno menambahkan seusai menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan tim bersama PSC 119 untuk melakukan assesment dan backup medis.

“Saat tiba di lokasi, kondisi korban sudah meninggal dunia dengan perdarahan hidung dan mulut, luka lecet pada dahi sebelah kanan, serta ketiak sebelah kiri. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka dengan ambulans PMI,” terangnya. Wardoyo