JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tanggul Sungai Jebol, Lahan Padi Siap Panen Seluas 5 Hektare Terendam

Lahan pertanian yang terendam sungai akibatkan jebolnya tanggul sungai di Desa Cebolek dan Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Akibat tanggul sungai jebol akibatkan kekhawatiran para petani di wilayah Kecamatan Margoyoso, Pati. Pasalnya, tanaman padi yang sudah siap panen terendam air. Luasan lahan yang ditanami padi yang siap panen sekitar 5 hektare yakni di Desa Cebolek dan Tunjungrejo.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Lutfi Mudawam, mengungkapkan, tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Margoyoso akibat tanggul sungai di dua lokasi di kecamatan setempat jebol setelah debit air sungai setempat meningkat sehingga menggenangi tanaman padi yang siap panen.

“Iya, yang ambrol akibat tingginya curah hujan yakni Tanggul Sungai Tempur pada Sabtu (31/10) ketika hujan turun mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB,” terang dia, kemarin.

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis Gadis ABG di Hotel Bandungan Semarang Terungkap. Korban Dibantai Usai Ngamar, Pelakunya Tak Disangka Ternyata...

Dijelaskannya lebih detail, akibat curah hujan yang tinggi tersebut debit air Sungai Tempur di Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, melonjak dan tanggul sungainya tidak mampu menahan debit air sehingga jebol.

“Masing-masing tanggul sungai yang jebol tersebut memiliki panjang berkisar 3 meter dan 6 meter,” terang dia.

“Tidak ada korban jiwa, namun areal persawahan yang ditanami tanaman padi seluas 5 hektare siap panen di Desa Desa Cebolek dan Tunjungrejo terendam banjir serta areal tambak warga juga terdampak,” sambung dia.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Seruan Gubernur Ganjar, Disporapar Jateng Lakukan Sejumlah Langkah Untuk Tegakkan Prokes di Tempat Wisata

Lutfi menambahkan, upaya perbaikan tanggul sementara pada Minggu (1/11/2020) lalu sudah dilakukan perbaikan bersama tim gabungan, namun terkendala dengan derasnya air sungai setempat.

Perbaikan tanggul secara darurat dilakukan dengan penutupan tanggul yang jebol menggunakan sak berisi pasir dan juga menancapkan bambu di lokasi yang jebol.

“Tim gabungan mulai dari Polres Pati, Kodim Pati, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Pati, pelajar dan warga setempat bergotong-royong melakukan perbaikan tanggul sementara pada Minggu (1/11/2020), meskipun menghadapi kendala derasnya arus air sungai,” terang dia. Satria Utama