JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Mayoritas Kapanewon di Sleman Masuk Zona Merah, Dinkes Bakal Lakukan Rapid Tes untuk Pengungsi Merapi

Ilustrasi virus corona. Pixabay

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 12 kapanewon dari total 17 kapanewon di Kabupaten Sleman termasuk dalam zona merah Covid-19. Sementara sisasnya masuk zona oranye.

Kapanewon yang masuk zona oranye adalah kapanewon Moyudan, Seyegan, Ngemplak, Sleman dan Kapanewon Turi.

Sedangkan Kapanewon lainnya masuk pada zona merah, termasuk Kapanewon Cangkringan.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan melakukan rapid tes antigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, belum lama ini Pemkab Sleman mendapat bantuan rapid tes antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, Sultan Minta Masyarakat Waspadai Ancaman DBD

Sebanyak 2.500 bantuan rapid tes antigen tersebut nantinya akan digunakan untuk melihat ada tidaknya penularan Covid-19 di pengungsian.

Yang menjadi sasaran adalah pengungsi, relawan, dan petugas di Balai Desa Glagaharjo.

“Rencananya begitu (rapid tes antigen pengungsi). Tetapi masih dimatangkan pelaksanaannya. Fungsinya untuk memastikan agar tidak terjadi penularan di pengungsian,” katanya, Sabtu (21/11/2020).

Joko mengungkapkan, meskipun Kapanewon Cangkringan masuk dalam zona merah, namun Kalurahan Glagaharjo masih zona hijau.

Penambahan kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan berada di Kalurahan Argomulyo satu kasus dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari dua kasus.

Baca Juga :  Sembarangan Buang Bara Arang, Rumah Warga Gunungkidul Ludes Dilalap Api

Sedangkan kalurahan lain belum ditemukan kasus, seperti di Kalurahan Kepuharjo, Umbulharjo, dan Glagaharjo.

“Kalurahan Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo belum pernah ditemukan kasus positif (sejak awal pandemi),” ungkapnya.

Ia memastikan, barak Gayam yang berada di Kalurahan Argomulyo juga aman.

Sebab kasus yang ditemukan di Argomulyo bukan terjadi di Gayam dan cukup jauh dari barak pengungsian.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah melakukan rapid tes bagi relawan dan petugas di pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

Tujuannya untuk memastikan relawan dan petugas bebas dari COVID-19.

www.tribunnews.com