JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Menara SUTET di Area Persawahan Ambruk, Dua Petani Jadi Korban dan Harus Jalani Perawatan Medis

Kondisi menara SUTET yang ambruk di area persawahan Desa Kebumen, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Minggu (1/1/2020). Foto: Tribunnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebuah menara saluran utama tegangan ekstra tinggi (SUTET) bertegangan 500 kilovolt yang berada di area persawahan ambruk. Akibatnya, dua petani yang sedang berada di lokasi menjadi korban dan harus mendapat perawatan medis.

Insiden robohnya menara SUTET tersebut terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2020). Dua petani yang turut menjadi korban luka diketahui berasal dari Desa Kebumen, Kecamatan Tersono.

Dilaporkan bahwa insiden ambruknya menara SUTET tersebut terjadi saat proses pemasangan jaringan listrik. Diduga kejadian itu akibat pekerja yang memasang kabel jaringan listrik antarmenara terlalu kencang, sehingga menara tidak kuat menahan tarikan kabel dan akhirnya roboh.

Diketahui menara SUTET tersebut dibangun oleh PT Energy Indonesia Perkasa dan digunakan untuk mengalirkan jaringan listrik di Batang hingga Ungaran.

Dua petani yang mengalami luka akibat insiden tersebut yakni Fahrudin (55) yang mengalami luka sobek pada bagian bawah mata kanan, serta Turyati (57), yang mengalami syok dan harus dilarikan ke RSUD Limpung, Kabupaten Batang.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Rabu 25 November 2020: Kota Solo Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Malam Berawan

Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekalongan, Joko Widayat, menjelaskan, pengerjaan pemasangan jairngan listrik pada menara SUTET tersebut tidak dikerjakan oleh pihaknya.

“Kami baru mengetahui informasi tersebut, terkait insiden pemasangan jaringan kami belum tahu persisnya, karena bukan PLN UP3 Pekalongan yang mengerjakan,” katanya saat dihubungi via telepon, pada Minggu (1/11/2020) malam, seperti dikutip Tribunnews.

Kesalahan Pemasangan Kabel

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengaku sudah menerima laporan insiden robohnya menara SUTET dan adanya dua petani yang menjadi korban. Menurutnya, hal terpenting adalah keselamatan dua petani yang kini dirawat.

“Yang terpenting kondisi dua warga itu dulu, untuk itu setelah menerima laporan kami langsung memastikan keadaan mereka. Kami sudah menghubungi mereka, dan keduanya dalam kondisi baik,” ucapnya, Minggu (1/11/2020) malam.

Baca Juga :  Geger Warga Desa Plumbon Temukan Lembaran Uang Rp50.000 dan Rp100.000 Berceceran di Saluran Irigasi. Jumlahnya sampai Puluhan Juta, Pemiliknya Masih Misterius

Wihaji menambahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, insiden tersebut terjadi karena pemasangan tower SUTET 500 KV pada SUTET 151 yang ada di Desa Dlisen, Kecamatan Limpung. Menurutnya, karena kesalahan pekerja saat memasang jaringan, menara SUTET 136 yang ada di Desa Kebumen roboh dan beberapa bagian menara terseret sampai sejauh 100 meter.

“Dari laporan yang kami terima, para pekerja PT Energy Indonesia Perkasa yang sedang mengerjakan penyambungan jaringan Batang – Ungaran terlalu kencang menarik kabel antartower dan membuat SUTET tak seimbang,” kata Wihaji.

“Saya dilapori bahwa pengawas di tower 136 sudah meminta pekerja di tower 151 berhenti menarik kabel lewat radio komunikasi. Namun pekerja di tower 151 masih menarik kabel, sehingga tower tak seimbang dan roboh,” imbuhnya.

www.tribunnews.com