JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Waspada Lur, Ternyata 25 Kecamatan di Wonogiri Berpotensi Terjadi Tanah Longsor, Selain itu Ada Ancaman Banjir di Sejumlah Wilayah

Pembangunan talut penahan longsor di Ngroto Kelurahan/Kecamatan Bulukerto Wonogiri. Dok. Kodim 0728
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Pembangunan talut penahan longsor di Ngroto Kelurahan/Kecamatan Bulukerto Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Wonogiri diminta terus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya saat ini memasuki musim penghujan yang bisa berdampak pada timbulnya bencana alam.

Terlebih sejumlah kecamatan di Wonogiri memiliki potensi terjadi banjir. Namun untuk potensi tanah longsor ternyata merata di semua wilayah kecamatan. Mengingat hampir keseluruhan kecamatan ada daerah perbukitannya.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, menyebutkan sebanyak 25 kecamatan di Wonogiri memiliki potensi bencana pada musim penghujan, terutama tanah longsor. Untuk potensi bencana banjir ada di daerah tertentu. Misalnya beberapa titik di Selogiri, Wonogiri, Nguntoronadi.

Baca Juga :  Setujukah Jika Obyek Wisata di Wonogiri Dibuka Kembali? Seperti ini Jawaban Pengelola Destinasi Wisata Hit di Kota Sukses

“Smua kecamatan berpotensi terjadi tanah longsor, namun dengan tingkatan yang berbeda-beda. Mulai dari rendah, menengah hingga tinggi,” kata dia, Senin (2/11/20209.

Dia mencontohkan pada 2020, di wilayah Kecamatan Wonogiri saja sudah beberapa kali terjadi bencana tanah longsor. Misalnya Desa Sendang maupun Kelurahan Wuryorejo. Sementara longsor juga kerap berlangsung di Kecamatan Kismantoro.

Baca Juga :  Penyelenggara Pemilu Tingkat Kecamatan di Wonogiri Ikuti Rapid Test, Pelaksanaannya Berjenjang Antara 3 Sampai 5 Hari

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Wonogiri, dari Januari hingga Oktober, telah terjadi bencana tanah longsor di Wonogiri sebanyak 34 kejadian. Dari kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp181.500.000.

Menurut dia, perlu langkah pencegahan untuk meminimalkan resiko longsor. Milsanya tidak mendirikan bangunan di bawah tebing. Jika ada rekahan tanah di atas tebing, segera dikepras, rekahan ditutup. Air juga diusahakan tidak masuk ke dalam rekahan. Aria