JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Meski Belum Ada Kepastian Dari Pusat, Yogyakarta Genjot Sosialisasi Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin Covid-19 atau virus corona / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pemda DIY masih belum punya kepastian dengan rencana Pemerintah Pusat bakal memberikan vaksin Covid-19.

Bahkan hingga pertengahan November ini belum juga ada tanda-tanda kepastian soal kapan jadwal vaksinasi serta berapa jatah vaksin yang akan diberikan dari pusat untuk daerah.

Padahal, sejak 21 Oktober 2020 lalu Kementerian Kesehatan sudah mengirim surat edaran ke Yogyakarta soal rencana vaksinasi itu.

“Saat ini kami baru diminta mendata tenaga kesehatan dan sebagian masyarakat terkait rencana vaksin itu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta Pembayun Setyaning Astutie kepada Tempo Minggu (15/11/2020).

Pembayun mengatakan, soal vaksin itu sendiri diketahui masih dalam proses sosialisasi dari pemerintah pusat. Namun Pemprov Yogyakarta belum mendapatkan informasi jadwal dan jatah untuk wilayahnya.

“Nanti kalau informasinya sudah lengkap semua akan kami sosialisasikan secara tepat dan benar,” ujar Pembayun.

Belum jelasnya jadwal dan jatah vaksin ke daerah itu diungkap pula
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Yogyakarta Berty Murtiningsih.

Baca Juga :  Melongok Pondok Tetirah Dzikir Berbah, 130 Penghuni Pria Beragam Kasus dari Depresi hingga Narkoba Jalani Perawatan di Sini

Berty menuturkan saat ini Pemda DIY hanya bisa berupaya untuk mengkampanyekan pentingnya vaksinasi Covid-19 agar nanti pelaksanaannya tanpa kendala.

“Jadwal vaksinasi belum ada, tapi kami sudah melakukan sosialisasi terkait vaksin dan pentingnya vaksinasi itu,” ujar Berty yang juga menjabat juru bicara penanganan Covid-19 Yogyakarta kepada Tempo.

Berty mengatakan, sejauh ini, kelompok yang disiapkan untuk vaksinasi tahap awal baru tenaga kesehatan yang beroperasi.

“Soal sasaran prioritas selanjutnya dan jumlah yang akan dilakukan vaksinasi menunggu instruksi Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Berty menambahkan yang terpenting saat ini, sudah ada tahapan edukasi kepada masyarakat soal vaksin itu.

Dengan disertai kerja sama berbagai pihak, penyiapan sarana prasarana dan sumber daya manusia pelaksananya nanti. Jadi saat sudah turun instruksi soal vaksinasi itu, daerah benar benar sudah siap dan tinggal menjalankannya.

Sosialisasi tentang vaksin itu, ujar Berty, sudah dilakukan melalui berbagai media promosi. Baik media cetak, elektronik, media sosial dan forum komunikasi termasuk dengan organisasi profesi.

Baca Juga :  SMKN 1 Girisubo Gunungkidul DIY Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi untuk 4 Kompetensi Keahlian

Perayaan Hari Kesehatan Nasional secara daring 16 November 2020 juga akan menjadi ajang sosialisasi tentang vaksin dan vaksinasi Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Harstaryo juga membenarkan soal belum adanya kepastian soal jadwal dan jatah vaksin itu.

“Saat ini baru ada bimtek-bimtek (bimbingan teknis) soal vaksin itu, tidak ada jadwal konkrit kapan distribusi vaksin dan kelengkapannya,” ujar Joko.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X medio Oktober silam sempat menuturkan kelompok usia yang disasar vaksinasi itu adalah 18-59 tahun.

Joko menuturkan rencana awal memang seperti itu, selain tenaga medis atau kesehatan, dan petugas pelayanan langsung. “Tapi sekali lagi, semua tergantung ketersediaan vaksin, apakah bertahap sedikit demi sedikit atau bertahap agak banyak,” ujarnya.

www.tempo.co