JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Meski Situasi Pandemi, Survei Menunjukkan 75 Persen Masyarakat Tetap akan Liburan Akhir Tahun

Andong melintasi Jalan Malioboro, Selasa (11/6/2020). Uji coba pedestrian Malioboro nantinya akan memprioritaskan moda tradisional becak kayuh dan andong / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski pemerintah berencana memangkas libur panjang karena potensial meningkatkan jumlah kasus Covid-19, namun survei menunjukkan, sekitar 75 persen penduduk tetap akan melakukan liburan panjang di akhir tahun 2020.

Survei mengenai perilaku traveling akhir tahun masyarakat Indonesia itu dilakukan oleh aplikasi perjalanan Pegipegi. Survei dilaksanakan pada 9 sampai 16 November lalu dengan lebih dari 1.490 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan survei tersebut, ternyata ada 75 persen masyarakat Indonesia yang berencana untuk liburan akhir tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berkeinginan untuk kembali bepergian bertepatan dengan momen libur akhir tahun dan cuti bersama yang jatuh pada 24 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021.

Dari data Pegipegi, pada periode libur panjang akhir Oktober lalu, terjadi peningkatan pemesanan hotel dan tiket pesawat hingga dua kali lipat dibandingkan periode new normal pada hari biasa.

Data tersebut sejalan dengan hasil survei keinginan masyarakat untuk traveling pada periode akhir tahun 2020 ini. Pegipegi memprediksi pada periode libur akhir tahun nanti, tren traveling akan kembali meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Lebih dari 132.000 Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Covid-19, Beberapa di Antaranya Batal

Ada beberapa faktor yang dinilai membuat masyarakat yakin untuk melakukan traveling kembali, di antaranya adalah patuh akan protokol kesehatan sebesar 66 persen, percaya tempat yang akan dikunjungi telah menerapkan protokol kesehatan sebesar 65 persen dan merasa dalam keadaan sehat sebesar 31 persen.

Beberapa di antara responden juga mengatakan bahwa mereka membutuhkan penyegaran setelah dalam periode waktu yang lama menjalani karantina mandiri.

Survei juga menunjukkan bagi masyarakat yang berencana untuk traveling pada periode akhir tahun, sebanyak 45 persen memilih untuk bepergian keluar kota menggunakan mobil atau kendaraan pribadi lainnya.

Sedangkan yang ingin menggunakan pesawat terbang sebanyak 30 persen, staycation di hotel dalam kota sebanyak 11 persen, menggunakan kereta sebanyak 10 persen dan menggunakan bus atau travel sebanyak 4 persen.

Berdasarkan data tersebut, dapat diprediksi bahwa destinasi yang dekat dengan kota domisili akan menjadi favorit pada liburan akhir tahun nanti.

Baca Juga :  Usai Viral di Twitter soal Tinggal Setahun di Bali dan Ajak WNA Lain, Turis Asing Kristen Gray Akhirnya akan Dideportasi

Untuk pemesanan tiket perjalanan, sebagian besar responden, yaitu sebanyak 60 persen memilih melakukan pemesanan tiket perjalanan pulang pergi sekaligus.

Sedangkan 40 persen responden memilih untuk memesan tiket satu rute saja. Terdapat perbedaan yang tidak terlalu jauh di antara kedua pilihan tersebut.

Berdasarkan data Pegipegi pada libur akhir Oktober lalu, sebagian besar masyarakat lebih memilih last minute booking atau rata-rata di bawah satu minggu sebelum hari H keberangkatan.

Hal ini kemungkinan besar memengaruhi rencana pemesanan tiket pesawat untuk satu rute terlebih dahulu, mengingat periode libur akhir tahun yang mencapai total sembilan hari.

Adapun Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya dan Bali menjadi 5 rute terfavorit pada periode libur panjang Oktober lalu. Pada periode libur akhir tahun nanti, Pegipegi memprediksi bahwa destinasi wisata domestik di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung dan Bali akan diminati oleh masyarakat Indonesia.

www.tempo.co