JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pakar Keolahragaan UNS: Covid-19 Bisa Dijinakkan dengan Olahraga secara Rutin. Berikut ini Penjelasannya

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
muchsin doewes
Prof Dr Muchsin Doewes, Pakar Keolahragaan UNS. Foto: UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pakar Ilmu Kedokteraan Olaharga, Prof Dr Muchsin Doewes, dr. PFark, Mars dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengajak masyarakat rajin berolahraga di masa pandemi Covid-19 ini lantaran olahraga bisa menjadi cara yang tepat untuk menjinakkan atau melawan virus Corona.

Dikatakan Muchsin Doewes, pandemi Covid-19 harus dihadapi dengan penuh semangat dan optimisme. Olahraga menjadi faktor penting dalam melawan virus Corona karena dengan olahraga maka sel dan jaringan tubuh kita juga bergerak dan berkomunikasi /berinteraksi.

“Tubuh kita itu, 40 persennya terdiri dari otot. Kalau otot yang bergerak akan memproduksi dan mengeluarkan miokin, zat miokin ini fungsinya melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit termasuk bisa menjinakkan Covid-19. Maka kita harus rajin olahraga. Move and move (bergerak) agar otot kita juga bergerak,” ungkap Muchsin Doewes saat menjadi narasumber diskusi Wedangan IKA UNS, Rabu (18/11/2020).

Ditambahkan Muchsin Doewes, sifat otot itu volunteer. Artinya otot itu digerakkan oleh kita, bergerak atas kemauan kita. Otot tidak bisa bergerak sendiri. Kita memberi otoritas kepada otot untuk bergerak.

“Otot bergerak karena kita. Otoritas otot biar obah (bergerak) karena kita. Otot ini bukan sekedar alat gerak saja. Otot organ yang memproduksi zat miokin. Kalau gerak maka keluar zat anti inflamasi (peradangan) yang disebut zat mikoin. Sementara Covid-19 itu kan luka karena radang (inflamasi), Covid-19 itu pro inflamasi maka harus kita lawan dengan zat anti inflamasi yakni dengan menggerakkan otot kita. Bisa lewat olahraga rutin atau mobilitas lain. Intinya jangan malas bergerak, malas naik tangga maunya lewat lift terus,” ungkap Guru Besar Keolahragaan UNS ini.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Utara Hotel Novotel, Pria Tanpa Identitas Tewas di Lokasi Usai Tabrak Motor dan Mobil

Ditambahkannya, olah raga itu sebenarnya membuat pintar. Karena komunikasi antar sel lancar. Olahraga akan meningkatkan medan listrik di tubuh. “Kalau ndak gerak akan menginisiasi penyakit kronis seperti kencing manis, kanker bahkan depresi. Sebaliknya kalau pergerakan fisik teratur maka adaptasi menurunkan penyakit kronis. Olahraga akan meningkatkan imun guna melawan virus Covid-19,” ungkap Muchsin yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran UNS ini.

Agar tubuh sehat dan vitalitas terjaga, kata Doewes, maka akan selalu berhubungan dengan aktivitas fisik. “Move and move, jangan dininabobokan dengan fasilitas dan kesenangan. Kodrat tubuh kita itu selalu move. Banyak gerak banyak menghilangkan berbagai macam penyakit. Kalau kita hanya rebahan, makan camilan, malas-malasan ya berarti kita mendzolimi badan sendiri yang punya fungsi melawan penyakit. Allah sudah menyiapkan instrumen untuk tubuh kita untuk itu tingga kita mau memanfaatkan instrumen itu gak. Tak perlu olah raga berat, justru dengan latihan moderat mudah dan konsisten sudah cukup karena kita bukan atlet. Berapapun usianya. Sederhana yakni eat less move more,” pesan Doewes.

Doewes menambahkan, Tuhan telah menyiapkan instrumen dalam tubuh untuk mengurusnya. Zat-zat satu dengan yang lain saling berkomunikasi. “Mesin tubuh kita sangat kompleks. Sel dan jaringan tubuh saling komunikasi. Saat istirahat tubuh kita aktif. Jantung kerja terus. Apalagi kalau kita bergerak. Move always, move everyday. Recovery perlu tapi harus bergerak. Tubuh kita itu memiliki 75 triliun sel. Komunikasi di antara mereka tetap jalan. Tinggal manusianya mau memberdayakan apa yang sudah disiapkan Tuhan. Karena sebenarnya kalau kita sakit itu penyembuhannya 20 persen dari dokter, dan 80 persen dari sel-sel dan jaringan tubuh kita yang bekerja. Tubuh punya inteleginsia menyembuhkan semua penyakit termasuk Covid-19, tapi harus dirangsang pemilik tubuh dengan bergerak atau olahraga,” katanya.

Baca Juga :  Resepsi Pernikahan Mulai Marak, Wali Kota Solo Minta Penyelenggara Patuhi Prokes. Tak Boleh Ada Hidangan di Lokasi, Durasi Maksimal 2 Jam

Dikatakan Doewes, gejala Covid-19 muncul 2 sampai 14 hari atau biasa disebut dengan istilah masa inkubasi. Pasien yang diserang virus corona mengalami penurunan oksigen karena virus ini menyerang organ dan sistem pernafasan yang menyebabkan infeksi dan berdampak pada berkurangnya sirkulasi oksigen. Kuman bergentayangan di paru-paru, di sistem pernafasan.

“Di Saluran pernafasan dibumpeti inveksi virus. Maka menyebabkan sulit bernafas. Jika jaringan paru semuanya kena virus maka menyebabkan pasien tidak bisa bernafas atau gagal nafas sehingga bisa berakibat kematian. Jika paru-paru inveksi menyebabkan radang atau inflamasi. Untuk melawan inflamasi maka harus banyak memproduksi zat anti inflamasi, untuk memproduksi zat anti inflamasi atau miokin maka otot harus rajin digerakkan. Menjinakkan Covid-19 itu bisa dengan olahraga secara benar dan rutin,” ujarnya. (A Syahirul)