JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemkot Yogyakarta Gencarkan Tes Covid-19 Usai Libur Panjang

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Pemkot Yogyakarta bakal menggencarkan tes Covid-19 kepada para pelaku usaha dan masyarakat selepas libur panjang kemarin.

Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, tes itu untuk mengetahui kondisi penularan Covid-19 setelah libur panjang cuti bersama sepanjang pekan lalu.

“Mulai Senin, 2 November 2020 kami mengadakan tes usap dengan cara mengambil sampel secara proporsional,” kata Aji, Minggu (1/11/20202).

Ada dua kelompok yang bakal menjalani tes usap. Pertama, lain pelaku usaha pariwisata dan kedua, penduduk di sekitar destinasi wisata, terutama keluarga yang baru dikunjungi kerabatnya yang mudik saat libur cuti bersama kemarin.

Jumlah sampel tes swab yang diambil di wilayah DI Yogyakarta setiap hari sekitar 700 sampai 1.000 orang. Menurut Aji, pengambilan swab test dengan jumlah itu sudah melampaui standar rekomendasi yang dibuat lembaga kesehatan dunia atau WHO.

Baca Juga :  Pernah Depresi, Kini Lelaki Ini Merawat Penghuni Pondok Tetirah Dzikir Penuh Kasih Sayang.Ada 130 Binaan Sakit Kejiwaan, Narkoba dan Gelandangan di Sana

Untuk DI Yogyakarta dengan 3,8 juta penduduk, ketentuan WHO mensyaratkan swab test bisa menjangkau minimal 1 per seribu persen dari jumlah penduduk atau 3.800 orang dalam sepekan, atau setara 543 orang per hari.

Dengan alokasi 700 sampai 1.000 orang yang akan dites seusai liburan ini dinilai sudah cukup memadai.

Selama libur cuti bersama kemarin, jumlah kunjungan wisatawan di Yogyakarta cukup tinggi. Contoh di Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan jumlah kunjungan selama libur cuti bersama sepanjang 28 Oktober – 1 November 2020 meningkat tiga sampai empat kali dari hari biasa.

Baca Juga :  Monyet Berkeliaran di Perkampungan Turun dari Lereng Merapi, TNGM: Perlu Ditelusuri

Dia merinci pada Kamis – Jumat, 29 – 30 Oktober 2020, kunjungan harian di Malioboro mencapai 4.400 orang. Data itu diperoleh dari catatan QR Code. Sementara di hari biasa, pengunjung yang tercatat dalam QR Code Malioboro hanya sekitar 1000 sampai 2000 pengunjung.

Selama libur cuti bersama itu, tim Satgas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan dari pengunjung, terutama di Malioboro.

“Pelanggaran paling banyak adalah tidak menggunakan masker dengan benar dan tidak membawa masker,” ujarnya.

Sebagian besar pengunjung yang melanggar protokol itu hanya mendapat teguran. Namun yang tidak pakai masker dilarang masuk ke Malioboro.

www.tempo.co