JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Pengakuan Produk Sarung Batik Pekalongan Jadi Prioritas Pemkot

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seni budaya batik khususnya Sarung Batik Pekalongan terus diperkuat. Penguatan juga dilakukan untuk mendapatkan pengakuan masyarakat baik skala nasional maupun internasional.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan bekerjasama dengan Fakultas Hukum UI telah menggelar Finalisasi Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis (IG) sekaligus Penutupan Rapat Kerja kegiatan Pendaftaran IG, bertempat di Ruang Kresna Setda Setempat, Rabu (11/11/2020), kemarin.

Usai menutup kegiatan, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu upaya Pemkot Pekalongan untuk melindungi para pengrajin sarung batik di Kota Pekalongan.

“IG dilakukan untuk menghindari adanya plagiat atau oknum yang mengaku-ngaku membuat sarung batik asli pekalongan. Nantinya kalau disetujui berarti kami sudah memiliki legalitas dari Kemenkumham. Ini juga merupakan promosi bagi Kota Pekalongan,” ungkap Saelany.

Baca Juga :  Demi Sukses Pilkada, Dindukcapil Blora Beri Pelayanan Prima Bagi Warga Pemohon KTP Elektronik

Sementara itu, perwakilan Fakultas Hukum UI, Ranggalawe Suryasaladin SH MH LLM mengungkapkan, Pendaftaran IG menjadi salah satu perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dalam hal ini adalah penggunaan nama produk daerah yang khas, yakni Sarung Batik Pekalongan.

Lanjutnya, dalam proses pendaftarannya diperlukan penjelasan mengenai ciri khas dari sarung batik pekalongan. Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan dokumen deskripsi yang rencananya akan diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 17 November untuk ditindaklanjuti.

“Kami sudah mulai diskusi dengan para pengusaha dan pengrajin batik mulai tanggal 24 oktober lalu, untuk menemukan ciri khas sarung batik pekalongan yang tidak dimiliki daerah lain,” imbuh Ranggalawe.

Ia menambahkan, dengan adanya IG juga dapat menghindari adanya produk imitasi yang mengatasnamakan sarung batik pekalongan. Sehingga, hal ini juga akan menguntungkan para produsen dan pengrajin lokal untuk merambah pangsa pasar skala besar.

Baca Juga :  Sindikat Pembobol ATM Bank Jateng Dilumpuhkan di Brebes. Tersangkanya 8 Orang, Beraksi Pakai Linggis dan Gasak Uang Rp 179 Juta

“Persaingan membatik saat ini jumlahnya banyak. Begitu pula produsen batik banyak dari daerah lain. Kota Pekalongan memiliki ciri karakter sarung batik yang memang khas pekalongan, sehingga memang harus dibedakan,” tutur Ranggalawe.

Terkait karakteristik sarung batik pekalongan, Ketua I Paguyuban Batik Peklaongan, Romi menjelaskan, kekhasan tersebut dapat dilihat dari layout dan detail motif. Sarung batik pekalongan identik dengan detail tanahan dan warna yang cerah.

“Motif pekalongan banyak terpengaruh dari india, cina, dan eropa. Sehingga dengan karakter pesisirnya, tata warna dan karakter batik pekalongan cukup cerah dan berani,”kata Romi. Satria Utama