JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Petani Utun, Dirawat di RSUD Gemolong Sragen Lalu Meninggal Malam Jumat dengan Swab Positif Terpapar Covid-19. Warga Bingung Tertular dari Mana

Prosesi pemakaman dengan protokol covid-19. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka kembali menghampiri Sragen. Di tengah lonjakan kasus covid-19, satu warga kembali meninggal dunia akibat positif terpapar covid-19.

Kamis (19/11/2020) malam, kabar duka itu datang dari Desa Peleman, Kecamatan Gemolong. Seorang warga berinisial S (59) membuat geger warga karena dinyatakan meninggal positif terpapar covid-19.

Padahal, pria yang berprofesi sebagai petani tulen itu selama ini hanya di rumah dan sawah saja tanpa pernah melakukan perjalanan luar wilayah.

Tak pelak, kabar meninggalnya Mbah S positif itu membuat warga juga kaget. Kades Peleman, Rajimin membenarkan bahwa S adalah warganya dan meninggal tadi malam dengan swab positif covid-19.

Baca Juga :  Debat dengan Kotak Kosong, Cabup Yuni Akui Lebih Enak Debat Ketika Ada Lawan. Sebut Hadapi Panelis Seolah Lawan 3 Paslon, "Rasanya Seperti Pendadaran Pasca Sarjana!"

Menurutnya, selama ini almarhum sebenarnya hanya bekerja di sawah dan tidak pernah keluar kota. Sehingga kemungkinan tertularnya darimana juga belum diketahui.

“Wong sehari-hari hanya di sawah. Almarhum itu petani utun, memang punya sakit paru-paru basah kemudian dirawat di RSUD Gemolong. Meninggalnta tadi malam dan langsung dimakamkan protokol covid-19,” paparnya Jumat (20/11/2020).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan satu warga asal Gemolong, berinisial S (59) meninggal positif.

Almarhum sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong dan berstatus suspek. Almarhum dimakamkan secara protokol covid-19.

Baca Juga :  Lagi, 3 Warga Sragen Meninggal Dunia Hari Ini. Tambah 5 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Jadi 1.109, Total Sudah 110 Warga Meninggal

Yakni dari rumah sakit langsung dibawa ke pemakaman dan dimakamkan oleh petugas berpakaian APD lengkap tanpa disemayamkan di rumah duka.

Dengan tambahan 1 kasus meninggal tersebut, hingga kini total warga yang meninggal dunia tercatat mencapai 111 orang.

Rinciannya 59 suspek, 49 positif, 1 ODP asal Jati Sumberlawang, 1 PP balita asal Kedawung dan satu pasien positif sembuh lalu meninggal asal Sribit Sidoharjo.

Tatag yang juga Sekda Sragen itu sangat berharap warga makin waspada dan menaati protokol kesehatan. Yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.  Wardoyo