JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Ratusan Siswa SD Muh 1 Ketelan Solo Jalani Imunisasi Saat Pandemi

Sebanyak 400 siswa sekolah dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menjalani imunisasi difteri tetanus/tetanus difteri (DT/Td) saat pandemi dari Puskesmas Satebelan. Siswa diukur suhu tubuhnya sebelum mengikuti imunisasi, Kamis (5/11/2020). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 400 siswa sekolah dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menjalani imunisasi difteri tetanus/tetanus difteri (DT/Td) saat pandemi dari Puskesmas Satebelan. Siswa diukur suhu tubuhnya sebelum mengikuti imunisasi, Kamis (5/11/2020).

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd menjelaskan imunisasi diberikan berbeda kepada para siswa yang saat ini duduk di kelas 1, 2, dan 5. Rabu 4 November 2020 kelas 1ABCD, Kamis 5 November 2020 kelas 2ABCD dimulai pukul 08.30-11.00 WIB dan Jumat 6 November 2020 kelas 5 ABCD.

“Total ada 400 siswa yang di imunisasi. Untuk siswa kelas 1 mereka di imunisasi DT sedangkan kelas 2 dan 5 di imunisasi tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Epidemiolog: Harus Ada Pemahaman Sekolah tak Lagi Sama dengan Sebelum Pandemi

Sekedar informasi, Dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) memperhatikan protokol kesehatan. Memastikan anak dan pengantar kondisi sehat. Memakai masker dan face shield. Membatasi jumlah pengantar 1 orang saja. Tetap menjaga jarak 1-2 meter.

“Mencuci tangan setelah dan sebelum pelayanan. Ukur suhu dan screening. Tenaga kesehatan menggunakan APD sesuai dengan standar dan segera pulang setelah selesai imunisasi,” ungkapnya.

Protokol covid-19 juga kita kedepankan tetap menggunakan masker saat kegiatan berlangsung.

“Anak-anak semakin sehat, tumbuh sehat sehingga dapat belajar dengan baik karena sehat merupakan salah satu hak hidup bagi anak,” harapnya.

Baca Juga :  Lima Mahasiswa di DIY- Solo Raya Terima Beasiswa Desamind 1.0

Di antara hak anak diantaranya hak bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, mendapatkan nama, status kebangsaan, makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan dan hak memiliki peran dalam pembangunan.

Salah satu siswa, Jihan Talita Khayla Putri Kelas 2 D mengaku enjoy menjalani emonisasi ini.

“Alhamdulillah pelaksanaan BIAS berjalan dengan lancar melalui protokol kesehatan,”ucapnya.

Anak dan pengantar dicek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum masuk ruangan, selama di ruangan juga tidak banyak orang, ditangani secara cepat oleh tenaga medis yang ramah, anak pulang juga disediakan makanan ringan. Prihatsari